anakbangsapost

Terkait Isu Begu Ganjang, Muspika Siantar Marihat Gagal Mediasi

PEMATANGSIANTAR - Mediasi yang dilakukan Camat, Kapolsek, Danramil di kantor Kecamatan Siantar Marihat antara warga dengan keluarga Simpang Sembiring berakhir buntu. Pasalnya anak Simpang Sembiring bersikeras agar pelaku penganiayaan terhadap ayahnya yang diisukan memelihara begu ganjang, diproses secara hukum, Senin (5/9/2016).
"Keluarga kami mau berdamai, namun pelaku pemukulan terhadap bapak saya harus diproses dulu. Setelah itu baru nanti kita bicarakan perdamaian, kami juga warga bapak,warga negara indonesia berhak mendapat keadilan," ujar anak Simpang Sembiring kepada camat siantar marihat dalam pertemuan sore itu.
Namun Camat Siantar Marihat dalam mediasi itu sedikit kesal sebab Simpang Sembiring berjanji akan hadir dalam pertemuan sore itu namun hanya diwakilkan istri, anak dan keluarganya.
"Kami sangat menyesalkan pak Sembiring tidak hadir, padahal sebelumnya berjanji akan hadir pertemuan sore ini," kata Camat Siantar Marihat.
Dikarenakan tidak ada titik temu antara warga dan keluarga Simpang Sembiring yang hadir tiga orang tersebut Kapolsek dan Danramil Siantar Marihat menghimbau warga menjaga suasana agar kondusif.
Sebelum mediasi ditutup, tak lupa doa bersama sesuai dengan kepercayaan masing-masing oleh tokoh agama yang turut dihadirkan. warga dan tiga orang utusan keluarga Simpang Sembiring membubarkan diri dengan tertib.
Upaya perdamaian ini terkait dengan merebaknya isu begu ganjang yang meresahkan warga Siantar Marihat.
Keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, seorang kakek bernama Simpang Sembiring dan istrinya Boru Perangin-angin, warga Jalan Farel Pasaribu Kelurahan Pardamean Kecamatan Siantar Marihat dituduh warga setempat memelihara begu ganjang lantaran ada warga secara tiba-tiba mengalami kesurupan dan meninggal dunia.
Puncaknya, Minggu malam (4/9/2016) lalu warga melakukan penyerangan ke rumah pasutri yang sudah berusia lanjut ini dengan melempari botol maupun benda lain. Bahkan, warga juga sempat menyiramkan bensin dan melakukan pemukulan.
Beruntung aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolresta Siantar AKBP Dodi Darjanto tiba di lokasi, mengamankan situasi. Sedangkan rumah Simpang Sembiring dipasangi garis polisi.
Sementara Simpang Sembiring yang ditemui wartawan mengaku tidak memiliki ilmu hitam."Tidak betul isu itu, saya kosong sama sekali," kata Simpang Sembiring kepada para wartawan di Kantor Camat Siantar Marihat, Senin (5/9/2016).(ts/ea)

Related

Peristiwa 1547259360676250350

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item