Pangdam I/BB Pimpin Syukuran Memperingati HUT Ke-66 Kodam I/BB
https://anakbangsapost.blogspot.com/2016/06/pangdam-ibb-pimpin-syukuran.html
Medan (ABP)
Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung Pimpin acara Syukuran dalam rangka Memperingati HUT Ke-66 Kodam I/BB di Lapangan Apel Ajendam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Senin (20/6).
Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung dalam sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun, kepada keluarga besar Kodam I/BB dimanapun bertugas dan berada, sekaligus ucapan terima kasih dan selamat datang kepada hadirin dan tamu undangan yang sudah berkenan hadir serta selamat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1437 Hijriah bagi yang menunaikannya. Dalam kurun waktu 66 tahun pengabdiannya, Kodam I/BB selalu berupaya menunjukkan karya nyata yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, Bangsa dan Negara, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan, mengawal dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, atas nama keluarga besar Kodam I/BB Pangdam menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Besar sekaligus ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sumut beserta FKPD Sumut, Instansi Pemerintah dan non Pemerintah, BUMN/BUMD serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah berpartisipasi memberikan dukungan baik moril maupun materil, sehingga Kodam I/BB dapat melaksanakan tugas pokoknya sebagai alat pertahanan Negara di wilayah. Pangdam mengharapkan kiranya hubungan baik yang sudah terjalin selama ini tetap berlanjut dimasa-masa yang akan datang.
Lebih lanjut Pangdam mengatakan Kodam I/BB diusianya yang ke-66 tahun, tetap dalam tekadnya untuk mewujudkan kekuatan dan kemampuan yang hebat, handal, profesional, mencintai dan dicintai rakyat guna menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dalam rangka mengawal kepentingan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sesuai dengan tema “Dengan semangat Militansi Kodam I/Bukit Barisan bertekad mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat, meningkatkan Pembinaan Satuan, komitmen bebas narkoba serta serbuan teritorial dalam rangka menciptakan stabilitas keamanan daerah”.
Dalam tausiahnya Ustadz Drs. H. Amhar Nasution, MA mengatakan berpuasa bukanlah bertapa, bukan pula suatu tindakan penolakan diri terhadap keduniaan dan kehidupan (asceticism) dengan beranggapan bahwa keduniaan dan kehidupan itu hina dan menyesatkan. Sesungguhnya keduniaan dan kehidupan itu tidak boleh dihindari karena kedua hal itu adalah ciptaan Allah. Allah menjadikan dunia sebagai tempat singgah sementara manusia dan mencipatkan kehidupan manusia sebagai wahana perjuangan manusia dan sarana menguji manusia.
H. Amhar Nasution, MA menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri hidup di dunia dan menyumbangkan sesuatu yang sangat berharga bagi manusia dan alam. Puasa adalah latihan untuk menguasai diri, naluri-naluri terhadap makanan merupakan dasar kehidupan. Naluri-naluri atau hawa nafsu tersebut merupakan penggerak utama dan pamungkas yang dipunyai manusia. Demi untuk mengejar makanan dan seks sebagai tujuan utama, waktu dan tenaga kita curahkan. Apabila kita memperturutkan naluri-naluri itu maka kita dikuasai oleh hawa nafsu itu dan kitapun tak beda dengan hewan atau bahkan lebih rendah lagi yang dapat mengakibatkan hancurnya tata kehidupan. Puasa mencegah penguasaan hawa nafsu terhadap diri kita dan memungkinkan kita menguasai hawa nafsu sehingga hawa nafsu kita terkendali. (Ndia)
Posting Komentar