anakbangsapost

H.R.M.Syafi,I,SH,MHum: Copot Kapolres Tebing Tinggi JIka Terindikasi Memback Up Narkoba

Medan(ABP)
Masyarakat, terutama para orang tua di kota maupun pedesaan diminta untuk ektra ketat melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Karena mafia-mafia narkoba di berbagai negara dunia sedang melirik pasar narkoba yang luas lagi di Indonesia guna menghancurkan bangsa ini secara defensif, yakni melalui pelajar SD. Di zaman dulu, penghancuran suatu bangsa banyak dilakukan melalui candu atau narkoba. Metode itu dinilai efektif, perlahan tapi pasti.
“Penghancuran bangsa Indonesia kini sudah sangat mengkuatirkan karena aparat keamanan diduga sudah banyak terkontiminasi dengan bisnis haram itu. Mereka tidak saja diduga turut menyemarakkan lika liku perdagangan narkoba, tapi juga diduga ikut menusuk bangsa dari depan,” ujar Anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra, H.Raden Muhammad Syafi’i, SH,MHum didampingi Ketua Rumah Aspirasi Romo Center, Ir.Tosim Gurning di Jalan Bunga Baldu II Medan, Sabtu (23/4).
Romo, begitu Raden Syafi’i disapa menyatakan, bahwa dewasa ini masyarakat sudah memberi kepercayaan kepada kepolisian untuk memberantas narkoba. Bahkan kita juga memberikan Badan Narkoba Nasional (BNN) di tingkat pusat serta di tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang sudah banyak menggagalkan peredaran narkoba sekaligus menangkap pelakunya. “Pernyataan BNN Pusat yang menyatakan bahwa pasar narkoba dengan metode lama dinilai mengalami kejenuhan dan kini telah dialihkan ke tingkat SD, itu harus dicermati bersama,” tambah Romo.
Saat ini, lanjutnya ternyata tidak sedikit oknum kepolisian yang telah menyalahi tupoksinya dengan dugaan memback-up sindikasi peredaran narkoba. Menyusul perlakuan Kapolres Tebing Tinggi, Slamet Loesiono yang diduga telah mengabaikan kepercayaan masyarakat dalam pemberantasan narkoba . Bahkan Kapolres ini juga diduga menghina para ulama Tebing Tinggi saat coffee morning di Pemko Tebing Tinggi belum lama ini.
“Kenapa Kapolres marah saat ditanya komitmennya tentang pemberantasan narkoba.
Jangan-jangan ada udang dibalik batu. Jadi, jika benar oknum Kapolres memback-up sindikasi Bandar narkoba di wilayah Tebing Tinggi, maka sebaiknya oknum tersebut dicopot saja. Karena oknum tersebut diduga dengan sengaja turut membantu menghancurkan bangsa,” tandasnya menjawab pertanyaan wartawan.
Selain itu, lanjut Romo, tentang dugaan keterlibatan oknum Kasat Polsekta Belawan dipusaran narkoba, pihak berwenang juga diminta untuk mengusut siapa-siapa terlibat di dalam dugaan pemerasan uang narkoba dan pencucian uang narkoba yang jumlahnya sampai miliaran rupiah.
70 PERSEN
Diakui Romo, dalam kunjungan Komisi III DPR RI ke 12 provinsi belum lama inii dapat disimpulkan bahwa kondisi Rumah Tahanan (Rutan) dewasa ini tidak sesuai dengan kapasitas yang ada. Semuanya melebihi kapasitas. Seharusnya diisi 150-180 orang, tapi terisi 350-400 orang.
“Ironisnya, isi rutan tersebut didominasi kasus kasus narkoba. Sebanyak 70 persen. Dan mereka adalah kaum pria, remaja dan kaum ibu. Kita sangat prihatin begitu cepatnya dominasi kaum ibu yang kini terseret dalam narkoba,” ucap Romo.
Sementara Ketua Aspirasi Rakyat Romo Center, Ir.Tosim Gurning, menyayangkan bahwa polisi dewasa ini diduga menjadi katub pengaman Bandar narkoba dalam menjalankan aksinya ke tengah masyarakat. Sehingga sindikakasi peredaran narkoba di mana-mana tetap berjalan mulus.
“Kalaupun ada yan ditangkap, itu adalah pemakai dan antek-antek, sementara bandarnya hanya beberapa orang yang tersentuh hukum,” katanya. (dey)

Related

Medan 462996285014955283

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item