Kualitas Raskin Tidak Layak Konsumsi Warga Miskin Semakin Menderita
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/08/kualitas-raskin-tidak-layak-konsumsi.html
Pagar Merbau, (ABP)
Penderitaan warga miskin tidak ada habisnya. Beras Miskin (Raskin) yang disalurkan Badan Urusan Logistik (Bulog) ternyata sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Hal ini dialami ratusan warga Desa Suka Mandi Hulu Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang. Menurut mereka kualitas Raskin yang mereka beli seharga Rp 1600 per Kg sangat buruk dan tidak layak untuk dikonsumsi.
Raskin diterima ratusan warga pada bulan Agustus ini terlihat menggumpal, kotor, bau bahkan berkutu dan berwarna kehitaman. Kalau dimasak akan mengeluarkan bau yang tidak enak. Supriadi (69) salah seorang warga yang menerima jatah raskin ini menerangkan akibat buruknya kualitas raskin ini dirinya bersama keluarganya terpaksa harus mencampur raskin dengan beras yang kualitasnya lebih baik sehingga layak untuk dimakan.
Lanjut kakek bercucu 8 ini saat ditemui wartawan di Kantor Kepala Desa pun mengaku terpaksa harus membeli raskin meskipun kualitasnya buruk karena tidak ada pilihan lain. ”Terpaksa harus dicampur dengan beras yang kualitasnya lebih baik agar bisa dimakan. Kalau tidak dicampur nasinya bau,” terang Supriadi yang mengaku sudah lebih dari 5 tahun menerima jatah raskin.
Dijelaskannya bahwa kondisi raskin yang kualitas buruk ini bukan terjadi pertama kali saja. ”Biasanya kondisinya baik tapi kadang-kadang kualitasnya juga buruk. Sebenarnya raskin yang berkualitas buruk tidak layak untuk dimakan tapi mau gimana lagi kalau beli beras bagus mahal,” lirihnya.
Raskin berkualitas buruk ini ternyata bukan terjadi di bulan ini saja, bulan April lalu hal yang sama juga terjadi. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Desa Suka Mandi Hulu Kecamatan Pagar Merbau Tunggul Siahaan saat ditemui di Kantor Kepala Desa, Jumat (21/8) sekira jam 11.00 Wib. Diterangkannya bahwa Raskin ini datang pada 10 Agustus lalu sebanyak 144 karung dengan berat 15 Kg per karungnya. Namun saat dibagi pada tanggal 12 Agustus ternyata kondisi raskin kualitas buruk. Meskipun kualitasnya buruk, namun pihaknya tetap membagikan jatah raskin ini kepada 216 Kepala Keluarga.
Tunggul Siahaan pun mengakui bahwa sebenarnya jatah raskin ini untuk 144 KK namun karena masih banyak warga miskin didesanya yang belum terdaftar sehingga disepakati setiap Kepala Keluarga mendapatkan raskin 10 kg dengan harga Rp 1600 per Kgnya. Dirinya pun mengaku bahwa pihaknya sudah menerima keluhan warga akibat kondisi raskin yang berkualitas buruk. ”Berasnya menggumpal, kotor, bau, bahkan sudah berlumut dan berkutu. Kalau dimasak rasanya beda dan bau. Kita tetap membagikan tapi masyarakat tidak mau menerima karena tidak layak makan ,” terangnya.
Lanjutnya bahwa hal yang sama juga pernah terjadi pada bulan April dimana kondisi raskinnya juga menggumpal, bau dan kotor sehingga tidak layak dikonsumsi. Pihaknya pun sudah melaporkan kondisi raskin berkualitas buruk ini ke Camat. ”Sudah 3 kali kami laporkan sama camat bahkan ibu Sekcam sudah melaporkan hal ini ke Ngadili Ginting petugas yang membidangi raskin,” ungkapnya.
Ternyata bukan hanya warga Desa Sukamandi Hulu yang menerima jatah raskin yang berkualitas buruk ini. Diperkirakan ribuan warga miskin lainnya yang mendapatkan jatah raskin ini juga menerima raskin berkualitas buruk dan tidak layak dikonsumsi.
Berdasarkan keterangan petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pagar Merbau Muhammad Fahri bahwa hampir seluruh desa yang ada di Kecamatan Pagar Merbau mendapatkan jatah raskin berkualitas buruk. Hal ini berdasarkan survey yang dilakukan pihaknya ternyata 16 desa yang ada di Kecamatan Pagar Merbau juga terjadi hal yang sama.
”Hampir diseluruh desa yang ada di Kecamatan Pagar Merbau kondisi raskinnya berkualitas buruk dan tidak layak dikonsumsi,” terangnya. Muhammad Fahri pun menegaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan hal ini ke Kementrian Sosial secara online. ”Kami sudah melaporkan raskin berkualitas buruk ini ke Kemensos secara online melalui Website,” jelasnya. (KK/Adis)
Posting Komentar