Kelangkaan Gas 3 Kg di Simalungun
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/10/kelangkaan-gas-elpiji-3-kg-di-kecamatan.html
Perdagangan(ABP)
Kelangkaan gas elpiji 3 kg mengakibatkan keresahan bagi masyarakat kecamatan Bandar sekitarnya, hal ini terjadi sejak sebulan terakhir. Bila pun ada harganya mencapai Rp 20.000 sampai Rp 26.000 per tabung, membuat kalangan ibu rumah tangga maupun pedagang yang biasa menggunakan gas elpiji 3 kg resah, bingung dan kelabakan.
Magdhalena Br Sitorus (45), pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan Sinar, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar saat diminta keterangan, Selasa (7/10/2014) sekira jam 08.15 Wib, mengakui bahwa kelangkahan ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir.
![]() |
| ilustrasi |
Ia mengakui bahwa dalam seminggu pasokan gas 300 tabung 3 kg langsung habis saat pasokan gas dari agen datang.
“Pangkalan saya kan mengisi pasokan pengecer di sini, memang kenaikan harga ini sejak sebulan terakhir, sementara pasokan gas kami dari agen tetap sama perminggunya," terang Br Sitorus.
Ia mengakui tidak mengetahui penyebab kelangkaan gas elpiji saat ini, diakui juga olehnya bahwa peningkatan konsumen pengguna elpiji tabung 3 kilogram meningkat sekitar 60 persen, dari orderannya selama ini hingga membuat pengecer kewalahan menghadapi konsumen. "Saya tidak mengetahui sebab kelangkaan namun akhir akhir ini sangat tinggi peningkatan pengguna elpiji tabung 3 kilogaram, pengecer yang selama ini menerima pasokan gas kewalahan hadapi konsumen dan melapor kepada kita," ujarnya mengaku baru dua tahun membuka pangkalan gas elpiji.
Magdhalena br Sitorus sangat berharap agar pihak Pertamina segera mengambil tindakan untuk mengatasi keluhan dan keresahan sebab gas elpiji merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat sekarang ini.
"Kalau bisa Pertamina secepatnya mengambil langkah untuk menambahi kuota pasokan di setiap pangkalan agar kendala yang dialami masyarakat segera terselesaikan," harapnya mengakhiri.
Siti Amini (39), salah seorang ibu rumah tangga menetap di Huta I, Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar ditemui, saat mencari gas elpiji di salah satu kios sekitar tempatnya menetap mengaku kesal dan kebingungan karena kesulitan memasak di rumah.
Ia mengatakan sejak seminggu lalu semua kios sekitarnya yang biasa menjual gas elpiji mengaku kehabisan stok dan kalaupun ada harga gas elpiji harga tinggi mencapai Rp 20.000/tabungnya.
“Lebih dari seminggu kios yang biasa jual gas elpiji 3 kilogram di kampung kami ini tidak punya stok, kalaupun ada kios yang punya stok menjual dengan harga tinggi dan akhirnya aku gunakan kayu untuk memasak,” kesal Ibu beranak dua ini.
Histony Sijabat, SP, saat dihubungi melalui selular guna meminta komentarnya mengakui bahwa akibat kelangkaan gas elpiji yang merupakan kebutuhan vital rumah tangga sekarang ini mengakibatkan masyarakat resah khususnya di Kecamatan Bandar dan sekitarnya.
Ia menghimbau kepada pihak terkait segera bertindak mengatasi keresahan masyarakat akibat kelangkaan gas elpiji tabung 3 kilogram.
“Saya mengakui keresahan masyarakat di Kecamatan Bandar sekitarnya diakibatkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram sejak beberapa minggu terakhir dan saya menghimbau agar pihak pihak terkait segera lakukan tindakan, untuk mengatasi kesulitan dan keresahan masyarakat tersebut,” ujar kader Partai Demokrat yang telah dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Simalungun baru baru ini mengakhiri. (Sal)

Posting Komentar