Warga Pantai Gading Blokir Jalan Kebun Bupati Langkat
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/warga-pantai-gading-blokir-jalan-kebun.html
Langkat, (ABP)
Lebih-kurang sepanjang 1 km badan jalan kabupaten Pantai Gading, Kecamatan Langkat, tepatnya dari jembatan sungai Pantai Gading-Garang Gading, Labuhan Deli hingga Dusun Kacangan, Sabtu (13/9) pekan lalu diblokir warga. Mereka menanam sejumlah batang pohon, vas bunga, kuburan buatan dan sebagainya.
Warga kesal karena sudah hampir sepuluh tahun tak ada pembangunan badan jalan ke lokasi perkebunan sawit milik Bupati Langkat Ngongesa Sitepu dan rumah istri simpanan mantan pejabat Pemkab Langkat, Asrin Naim.
“Truk-truk sawit perkebunan Ngongesa yang ngancuri jalan ini sejak bertahun-tahun lalu, sejak Ngongesa masih pengusaha dan perambah hutan.
Begitu juga truk-truk sawit Pak Asrin Naim mantan pejabat Pemkab Langkat dan kini kabarnya asisten III Kantor Gubernur.
Sawit-sawit Pak Asrin Naim yang menjaga dan mengawasinya diduga istri simpanannya dan keluarga, di Parit Sawah, Karang Gading,” kata Mahmud, Nurdin, dan sejumlah warga Pantai Gading, sembari terus meletakkan sejumlah kayu dan pepohonan tumbang di tengah badan jalan.
Disebutkan, perkebunan sawit Ngongesa Sitepu di Pantai Gading luasnya mencapai 150 hektar.
Sementara kebun sawit Asrin Naim seluas 180 hektar. Sekali dalam dua minggu, kebun sawit kedua pejabat negara itu panen.
“Kalau sudah panen tiap dua kali semingggu, dari dini hari hingga subuh puluhan truk pengangkut sawit dari kebun bupati dan Asrin Naim lintas merusak jalan ini.
Tak ada kontribusi untuk perbaikan jalan. Proyek pengerasan jalan saja sudah lebih pun sepuluh tahun tak pernah di sini.
Kampung ini cuma tempat cari makan pejabat dan istri simpanan mereka,” pungkas Nurdin.
Pantauan di lokasi blokir jalan, kendaraan yang bisa melintas hanya roda doa.
Itu pun terpaksa dari tepi badan jalan. Soalnya di tengah badan jalan berserak sejumlah kayu besar, pempohonan tumbang, vas bunga dan dibangunnya sejumlah kuburan dadakan layaknya pekuburan umum.
Wanita cantik yang disebut istri simpanan dan pengawas kebun sasit Asrin Naim, saat dicoba dikonfirmasi wartawan malah menyuruh beberapa preman memberi jawaban.
“Sama bupati sana konfirmasi pak. Tak ada relevansinya sama keluarga pak Asrin Naim,” saran para preman, melarang wartawan menemui wanita diduga istri simpanan Asrin Naim.
Begitu juga para sopir truk sawit dari perkebunan Ngongesa Sitepu.
Mereka menyarankan hal ini langsung dikoordinasikan dengan Ngongesa. “Tanya pak bupati saja lah. Kami kan pekerja dan cuma makan gaji,” kata Tarigan, sopir salah satu truk sawit Ngongesa Sitepu yang tak diizinkan warga melintas.(sidia/msc)

Posting Komentar