PT. Angkasa Pura II Memaklumi Ucapan Perwakilan GIA di KNIA
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/pt-angkasa-pura-ii-memaklumi-ucapan.html
Medan(ABP)
Pihak PT.Angkasa Pura II diwakili Said memaklumi ucapan
perwakilan Garuda Indonesia Airways (GIA), bahwa keberadaan line 2
tidak diperlukan lagi. Karena hanya menambah beban stake holder di
lingkungan Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA).
"Karena beliau masih muda dan belum memahami seluk beluk lalu lintas
Bandara di Indonesia. Padahal pihak Garuda, paling terkait dengan lalu
lintas cargo di Indonesia," kata Said kepada wartawan seusai Rapat
Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Sumut bersama PT.Angkasa Pura II,
Administratur Bandara (Adban), Asosiasi Pengiriman Expres Indonesia
(Asperindo) Sumut, GIA dan Lion Air di gedung dewan, Kamis (4/9).
RDP tersebut dipimpin Restu Kurniawan dan dihadiri anggota DPRD Sumut,
diantaranya Guntur Manurung, Mustofaiyah, Tunggul Siagian dan Willer
Pasaribu. Sedang dari Adban dan PT.Angkasa Pura II diwakili Asep serta
Nur Ali dan Said.
Sementara dari pihak Asperindo Sumut yang
mengkomplain adanya kutipan retribusi di line 2 sebesar Rp.350,- per
Kg, diwakili Ria Simanjuntak dan lainnya.
Pertemuan itu berjalan alot, karena masing-masing pihak merasa benar
dengan argumentasinya masing-masing sehingga sempat memanas dan muncul
kata-kata agak pedas yang menyatakan bahwa keberadaan line 2 tidak
diperlukan dan hanya menambah beban stake holder yang ada di Bandara
KNIA.
Disela pertemuan, Said dari PT.Angkasa Pura II merasa gerah dengan
ucapan dari perwakilan GIA di Bandara Kuala Namu dan akan mencatat
perkataan tersebut.
Namun, Tunggul Siagian dengan serta merta
mengatakan, bahwa pihak PT.Angkasa Pura II tidak perlu melakukan
ucapan yang bernada ancaman.
Sebab pertemuan tersebut sedang mencari
solusi terbaik sehingga masing-masing pihak merasa nyaman dengan
tugasnya masing-masing, termasuk para pengurus dan anggota Asperindo
Sumut bisa lebih bergairah lagi dalam menjalankan usaha jasa
pengirimannya baik ke dalam negeri maupun luar negeri.
"Komisi D DPRD Sumut akan terus memantau seusai pertemuan ini. Untuk
itu kita harapkan, kondusifitas Bandara harus tetap dijaga.
Karena
masalah Bandara ini adalah wajah negara. Jika ada yang tak beres, maka
wajah negeri akan tercoreng di mata internasional," kata Tunggul
Siagian.
Terkait saran Asperindo Sumut tentang perlunya dipasang x-ray di line
2, Said menambahkan bahwa akan menjadi kajian pihak PT.Angkasa Pura II
nantinya demi kebaikan bersama dengan stake holder di line 2 dalam
wilayah pergudangan. (dey)


Posting Komentar