anakbangsapost

FE USU dan BKOW Sumut Pelatihan Perajin Handi Craft di Tanjung Morawa

Medan(ABP) 
Peserta pelatihan perajin handicraft bagi ibu-ibu di Kecamatan Tanjung Morawa diharapkan mampu mendorong dan meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan anak sekolah dan lainnya. 
FOTO BERSAMA: Pengurus BKOW Sumut yang diketuai Kemalawati, AE,SH foto
bersama dengan Prof.DR.Ismayani dan instruktur handi craft, Realita
dan para ibu yang tinggalnya di kawasan Tanjung Morawa Kabupaten Deli
Serdang seusai pelatihan handi craft.

Karena potensi kerajinan tangan atau handicraft di Indonesia, terutama Sumut cukup besar. "Pasar handicraft ini juga sangat luas. Bahkan ada kerajinan atau cendera mata buatan perajin Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berkualitas bisa menembus negara tetangga seperti Malaysia," ujar Prof.DR.Ismayani dari Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (FE USU) dan Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumut, Kemalawati AE,SH di sela pelatihan perajin handicraft yang digelar FE USU bekerjasama dengan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumut dalam rangka pengabdian kepada masyarakat di kediaman Kemalawati, Jalan Tanjung Morawa, Rabu,(3/9). 
Pelatihan tersebut diikuti 30 ibu-ibu dari Kecamatan Tanjung Morawa yang merupakan UKMKartini,salah satu UKM binaan BKOW Sumut. Sebagai instruktur dalam pelatihan tersebut adalah Realita. Hadir saat itu Sekretaris BKOW Sumut dan pengurus lainnya, Risnawati, Ny.Ulfa Marzuki, Cut Linda, Ny.Norman, Hj.Supiah Ronny Simon, Hj.Tiurnalis,Ny.Wita Siskandri, Ny. Manikani dan Murni Tanjung. Sedang dari FE USU, Dra.Komariah Pandia, MSi, Dra.Ulfa,MSi dan Dra.Marhaeni,MSi. Ketua BKOW Sumut, Kemalawati AE,SH mengharapkan ibu-ibu rumah tangga yang telah mengikuti pelatihan handi Craft ini bisa langsung mempraktekannnya dirumah. 
Karena bahan bakunya dinilai cukup murah. "Kalau bisa, dipasarkan langsung kepada masyarakat," ucap Kemalawati seraya menambahkan bahwa, pelatihan handi craft bagi ibu-ibu rumah tangga ini dinilai sangat positif di tengah merasuknya warna globalisasi. 
Paling tidak, lanjutnya, dari hasil kerajinan tersebut dapat membantu perekonomian keluarga selain pendapatan suami setiap bulannya. 
Jadi, ibu-ibu ke depannya bisa mengurangi beban suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sekolah anak dan lainnya. 
PENGABDIAN MASYARAKAT 
Menurut Ismayani, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi program Tri Dharma Perguruan Tinggi FE USU seperti pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. 
Sebab, lanjut Ismayani, Marhaeni dan Ulfa, perguruan tinggi tidak hanya sebatas pendidikan dan pengajaran dan penelitian saja. 
"Tapi juga harus bisa memberdayakan masyarakat melalui pengabdian masyarakat dengan membuat seminar, lokakarya dan berbagai pelatihan yang berkaitan dengan penambahan ilmu maupun keahlian atau ketrampilan. 
"Tujuannya cuma satu yakni mensejahterakan ekonomi keluarga," cetus Ismayani, Marhaeni dan Ulfa seraya mengakui bahwa FE USU sudah banyak melakukan kegiatan serupa dan kegiatan lainnya di sejumlah kabupaten/kota. (dey)

Related

Medan 8359816918669596415

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item