Rumah Pintar Pemilu Tebingtinggi Diresmikan
https://anakbangsapost.blogspot.com/2017/04/rumah-pintar-pemilu-tebingtinggi.html
TEBINGTINGGI - Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi OK Zulkarnain mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat yang cukup kreatif karena mampu membentuk Rumah Pintar Pemilu (RPP).
Apresiasi itu disampaikan Pj Wali Kota meresmikan RPP yang berlokasi di Kantor KPU Jalan Rumah Sakit Umum Kota Tebingtinggi, Jumat (31/3/2017).
“Kita memberikan apresiasi kepada KPUD Tebingtinggi yang cukup kreatif dengan membentuk RPP ini. Dan sebelumnya telah menaikkan partisipasi jumlah pemilih selama 2 kali pelaksanaan pemilu di Kota Tebingtinggi yaitu Pilpres dan Pilkada. Tingkat partisipasi pemilih mencapai 50 persen lebih,” terang Zulkarnain.
Dirinya berharap, dengan adanya RPP ini akan ada pencerahan politik dan demokrasi di Tebingtinggi dari tingkat pemilih pemula serta masyarakat biasa yang belum tahu berpolitik. “RPP ini harus diisi dengan kegiatan pendidikan politik,” jelasnya.
Komisioner KPU Sumut, Nazir Syarif Manik mengatakan, bahwa RPP ini adalah program KPU RI untuk ikut serta mencerdaskan masyarakat tentang pendidikan politik dan bukan peran utama partai politik saja yang bisa memberikan pemahaman tersebut.
“Kita juga memberikan apresiasi tentang prestasi KPUD Tebingtinggi, dimana pada pelaksanaan Pilkada lalu dengan cepat menyampaikan informasi secara informatif kepada publik, sehingga tidak terjadi berbagai permasalahan data pemilih,” jelasnya.
Terkait KPUD Tebingtinggi yang dilaporkan pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan akan menjalani sidang di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini merupakan sebuah ujian. Dan diharapkan KPU bisa memberikan jawaban yang terbaik.
Terkait peresmian RPP, dia berharap tempat ini dijadikan sebagai tempat dialog untuk pembahasan tentang politik.
“Bukan habis pemilu, kantor KPUD tidak bisa dimanfaatkan dan tutup. Itu prinsip yang salah, setelah adanya RPP ini semua partai politik (parpol) yang ada bisa memfaatkannya,” usul Nazir.
Dia juga mengaku tidak setuju kalau masyarakat alergi membahas tentang politik. Menurutnya, politik jangan dihindari, tapi harus belajar.
"Karena keberhasilan pembangunan yang ada sangat erat hubungannya dengan politik yaitu hasil kita memilih pemimpin di suatu daerah. Saya tidak sepakat kalau politik menjadi momok bagi kita,” terang Nazir.
Sementara itu, Ketua Komisioner KPUD Tebingtinggi Abdul Khair mengatakan, bahwa RPP dibuat bertujuan untuk memberikan pendidikan politik tentang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilkada.
"RPP ni dibangun di Tebingtinggi dan merupakan 1 dari 11 KPU yang ada di Sumut dengan tujuan mencerdaskan masyarakat tentang pemilu,” katanya.
“RPP ini masih dirancang, kedepan akan kami perbaiki tentang data-data dengan lengkap. Menyikapi adanya RPP ini, KPUD Tebingtinggi akan melakukan MoU dengan kepala sekolah (kepsek) dan perguruan tinggi di Tebingtinggi, agar mereka nantinya mengetahui tentang apa pemilu itu dan mencerdaskan masyarakat untuk memilih pemimpinnya dimasa mendatang,” terangnya.(bortob)\
Posting Komentar