anakbangsapost

Tebingtinggi Jadi Kota Mati Jika Tol Beroperasi?

TEBINGTINGGI - Dikhawatirkan Kota Tebing Tinggi menjadi kota mati apabila Jalan Tol Kuala Namu-Parapat direalisasikan. Sebagai kota penyanggah, maka warga Kota Tebing Tinggi diharapkan harus lebih memprioritaskan kualitas untuk dapat mengundang minat orang untuk tetap menyinggahi kota ini. Padahal di kota ini ada kuliner dan usaha seperti restoran India yang terkenal disinggahi. Belum lagi produk lemang dan roti kacang rajawali serta air panas di Mesjid PTPN III Rambutan yang telah menjadi ikon dikenal khalayak luas. Belum lagi wisata kuliner serta perkembangan jasa serta perdagangan yang berkembang dengan baik.
Demikian prediksi yang menggaung di Musrenbang Kota Tebing Tinggi, diadakan di Gedung Balai Kartini, Kota Tebing Tinggi, Selasa (21/3/2017) dibuka oleh Pj Walikota Tebing Tinggi, H. Zulkarnain. Hari Rabu (22/3/2017) ditutup oleh Pj Walikota Tebing Tinggi, H Zulkarnain.
Meski diharap ekspektasi pertumbuhan ekonomi, penurunan inflasi dan tingkat kemiskinan dan pengangguran tidak dapat diabaikan namun kesiapan masyarakat dan pemerintah harus bersinergi untuk mewujudkannya.
Animo warga menghadiri musrenbang tampak sangat besar, namun tak seorang pun dari pengusaha roti kacang rajawali, atau restoran India atau pengusaha restoran lainnya, atau pemilik usaha lemang batok yang menjadi ikon kota Tebing Tinggi telah u u menghadiri musrenbang tersebut
Musrenbang diawali dengan paparan dan tanya jawab dari para narasumber yang diundang dari Bappenas, dari Bappeda Sumatera Utara dan Dinas Perindustrian dan Perdangangan Sumatera Utara, Kantor Statistik Kota Tebing Tinggi. Selanjutnya diadakan diskusi dari SKPD dengan Forum anggota kelompok dan elemen masyarakat di bidang Kesehatan, Pendidikan, Pertanian, serta Dinas PU Kota Tebing Tinggi.
Salah satu yang tampak menjadi perdebatan adalah relis anggaran yang diajukan oleh Dinas Kesehatan Kota TebingTinggi untuk tahun 2018 adalah anggaran yang tidak masuk akal untuk RSUD Dr Kumpulan Pane. Para anggota forum peserta desk kesehatan yang dipimpin oleh Kadis Kesehatan Kota TebingTinggi Muhammad Syah Irwan lebih memilih membahas untuk menaikkan honor tenaga kader kesehatan yang selama ini hanya Rp 50.000 per bulan yang diterima sekali 3 bulan. Selain itu dana talangan yang dibahas agar ditingkatkan yang selama ini peserta Jamkesda adalah 27.000 orang untuk dinaikkan menjadi 30.000 orang dengan dana talangan Rp 1.200.000.000 menjadi Rp 1.500.000.000 tahun 2018. Sementara pembahasan desk infrastruktu diketahui bahwa Pemangku jabatan SKPD Dinas PU tidak ada yang hadir sehingga pembahasan tidak berjalan dengan baik (bortob)

Related

Tebingtinggi 835014513419877651

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item