anakbangsapost

Taman, Pembuat Tungku Dari Lumpur Laut

PERDAGANGAN - Taman (40), penduduk Desa (Nagori) Panombean Baru Kecamatan Bandar Masilam Simalungun, pendatang dari Lampung Timur sejak 4 tahun silam ternyata mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki banyak orang. Bahkan home industri yang dilakoni bersama 7 karyawannya bisa bermanfaat dan untuk orang banyak. Hasilnya pun telah dipasarkan ke luar negeri dan daerah di luar Sumut, antara lain ke Aceh, Riau, Jambi, Lampung dan Jawa.
Usaha home industri yang diciptakan dan digagasnya tersebut ialah pembuatan tungku dapur untuk memasak yang bahan bakunya murni dari tanah lumpur laut.
Ketika ditemui dilokasi kontrakan, di Nagori Panombean Baru, Bandar Masilam, (130 km dari Medan), belum lama ini ia menyebutkan usahanya tersebut merupakan temuannya sendiri. Awalnya ia menyoroti tentang kebutuhan sebagian ibu rumah tangga ketika akan memasak tampak kesulitan. Disamping kebutuhan gas yang harganya semakin melonjak dan sulit diperoleh terlebih yang bermukim di pedalaman.
Dikatakan proses pembuatan tungku untuk sekali bakar sebanyak 500 buah tungku. Dalam masa kerja sejak mencetak sampai selesai memakan waktu 10 hari yang bahan bakunya mempergunakan lumpur laut sebanyak 150 goni atau sekitar 50 Kg.
Lumpur laut dibelinya dari Kwala Tanjung Kabupaten Batubara. Berat dari setiap tungk yang siap dipasarkan sekitar 8 Kg dengan harga jual sampai kepada agen Rp 40.000. Dalam satu bulan bisa diproses sebanyak 3 kali pembakaran,atau sebanyak 1500 buah tungku.
Ditanya kenapa harus dengan tanah lumpur laut tanpa ada campuran semen?. Ia menyebutkan karena tanah lumpur laut mempunyai perekat alami tersendiri yang tidak bisa retak atau pecah walaupun kena panas dan api .
Hal tersebut,merupakan rahasia Allah SWT,yang tidak bisa terjangkau oleh akal dan pemikiran manusia melainkan kita hanya bisa memanfaatkan atas karunia Allah dan mensyukurinya. Dari kekayaan alam atas ciptaanNya tersebut untuk kepentingan manusia,ujar Taman seraya menyebutkan ketahanan tungku bergantung kepada pemakaiannya. Bisa sampai setahun dan bisa lebih dan tidak ada percikan api yang keluar.
Bahan bakar untuk memasak bisa memakai arang, kayu dan cangkang kelapa sawit  dan mudah-mudahan sampai sekarang para pemakai tungku tidak ada keluhan,pungkasnya.(sal)

Related

Sumut 6022558123436240366

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item