Wow, Silpa Sumut Lebih Dari Rp 500 M
https://anakbangsapost.blogspot.com/2017/01/wow-silpa-sumut-lebih-dari-rp-500-m.html
MEDAN - Sepanjang tahun 2016, sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara diprediksi melebihi Rp500 miliar, atau lebih dari Silpa tahun 2015 yakni sebesar Rp Rp536,274 miliar. Jika Pemprovsu tak segera menggunakan Silpa tahun 2016 untuk pembangunan, maka diyakini perekonomian Sumut bakal melambat.
“Silpa kita tahun 2016 memang lebih besar dari tahun lalu, lebih dari Rp500 miliar. Karena memang banyak sekali jadinya. Hal itu dikarenakan beberapa hal karena adanya penambahan DAU yang awalnya menurut pemerintah pusat itu dipending, ternyata dibayarkan kepada kita,” ujar Gubsu HT Erry Nuradi, Selasa (10/1/2017).
Sebelumnya, pemerintah pusat berencana melakukan penundaan DAU mulai dari bulan September hingga Desember 2016, ternyata penundaan DAU itu sudah dibayarkan dan per bulannya DAU untuk Sumut dialokasikan sebesar Rp72 miliar.
Selain masuknya alokasi DAU yang sebelumnya akan dipending, Erry mengatakan Silpa tahun 2016 juga disebabkan masuknya pajak rokok dari pemerintah pusat yang biasanya hanya diterima sampai triwulan III, tapi tahun ini pajak rokok pada triwulan IV juga sudah dibayarkan.
“Untuk pajak rokok ini saja sudah Rp400 miliar, belum lagi adanya kelebihan dari pendapatan lainnya,” terang Erry.
Tak hanya itu, diakui Erry untuk tahun 2016 ada tender di Dinas Bina Marga yang fight (secara terbuka) yang bersisa dari Rp600 miliar ada sisa Rp120 miliar.
“Termasuk juga adanya tender di Bina Marga yang fight cukup besar sisanya Rp120 miliar,” jelas Erry.
Begitu pun Erry mengatakan untuk tahun 2016 pendapatan Sumut surplus hingga 107 persen dari target pendapatan sebelumnya yakni Rp10,55 triliun menjadi Rp10, 7 triliun.
“Ini rekor yang tidak pernah kita dapat surplus pendapatan sebesar itu, pendapatan kita bahkan sudah melebihi rata-rata nasional. Sedangkan serapan anggaran kita sudah mencapai 96 persen,” terang Erry. (bundo)
Posting Komentar