anakbangsapost

Redam Isu SARA di Sei Dadap, Tulisan Aliran Sesat Dihapus

KISARAN - Kapolsek Airbatu AKP Martoni L berkunjung ke kediaman Jumiran, guru pengajian Sifathul Hubuddiah, di Jalan Rambutan Dusun IV, Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Sei Dadap, Asahan. Apalagi di dinding rumah Jumiran ada tulisan bernada tempat aliran sesat.
Kunjungan yang dilakukan personil Polres Asahan, Polsek Airbatu dalam rangka untuk merespon laporan warga, terkait dugaan kelompok pengajian dengan aliran menyimpang yang tengah dilakukan di kediaman Jumiran.
“Kedatangan kami kemari, guna memastikan apakah benar atau tidak, ada kelompok pengajian dengan ajaran sesat di sini. Karena dari laporan warga, ada tulisan Tempat Aliran Sesat di dinding rumah Jumiran ini. Ternyata tulisan bernada Sara itu hanya ditulis orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Kapolsek, Kamis (5/1/2016).
Kapolsek menerangkan, bahwa sesuai dengan kesepakatan, Jumiran bersedia menghapus tulisan bernada sara di dinding tersebut. “Sesuai dengan kesepakatan, tulisan itu sudah kita sepakati untuk dihapus. Sehingga tidak menimbulkan keresahan kepada warga,” kata AKP Martoni L.
Dalam kesempatan tersebut, Martoni juga tak lupa mengingatkan Jumiran, supaya memberikan pengetahuan agama Islam sesuai dengan ajaran yang benar, berpedoman kepada Al Quran dan Hadist.
“Tadi juga sudah kita ingatkan, supaya ajaran yang diajarkan tidak melenceng dari ajaran Islam. Kemudian, Jumiran dan kelompoknya kita ingatkan supaya tetap bersosialisasi kepada warga, sehingga bisa diterima dan tidak menimbulkan kecurigaan,” kata Kapolsek menekankan, bahwa isu sara sangat sensitif memancing kerusuhan.
Kapolsek mengingatkan warga supaya tidak memprovokasi maupun terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.
”Jadi jika ada warga yang mengetahui ada informasi yang berbau Sara, atau tindak kejahatan lainnya, supaya bisa dilaporkan dengan cepat. Sehingga kita dapat segara mencegah tindak kejahatan atau kerusuhan, bisa diantisipasi secara dini,” ujar Kapolsek.
Sementara Jumiran menyebutkan bahwa tulisan yang berada di dinding rumahnya tidak tau siapa yang menulis. “Kita tidak ada menyimpangkan ajaran, yang ada hanya tulisan yang penulisan tidak bertanggung jawab,” kata Jumiran. (JC)

Related

Peristiwa 5329875409589241549

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item