Jelang Pilkada Tapteng, Polres Mediasi Isu Rp 10 M
https://anakbangsapost.blogspot.com/2017/01/jelang-pilkada-tapteng-polres-mediasi.html
SIBOLGA - Suhu politik di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) jelang Pilkada 15 Februari 2017, kian memanas. Tidak saja upaya pencitraan semata, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati maupun tim pemenangan dan simpatisan, mulai saling serang. Black campaign atau kampanye hitam, dengan menebar isu miring sesama calon mulai dimainkan.
Salah satu dugaan black campaign yang dilontarkan dan sempat ditangani Mapolres Tapteng, adalah issu utang calon Bupati Buyung Sitompul. Dalam isu yang di tebarkan, Buyung Sitompul disebut - sebut berhutang kepada Amin P Napitupulu sebesar Rp 10 Milliar. Issu ini dipublikasikan kepada masyarakat Tapanuli Tengah.
Tidak terima jagoannya difitnah, pendukung Buyung Sitompul sempat mendatangi center pemenangan Amin P Napitupulu, di jalan nasional lintas Sumatera Pandan. Suasana sempat memanas antara pendukung Buyung dengan Amin. Beruntung aparat keamanan yang telah disiagakan dapat menenangkan situasi.
Untuk menyelesaikan permasalahan, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Hari Setyo Budi, memediasi kedua belah pihak. Dalam pertemuan yang dilaksanakan, Senin (9/1/2017), di Mapolres Tapteng, yang dihadiri kedua belah pihak, Amin Pardomuan Napitupulu membantah telah melontarkan issu, kalau Buyung Sitompul memiliki utang terhadap dirinya sebesar Rp 10 Milliar.
"Saya tidak pernah bicarakan namanya pak Buyung gitu loh, apalagi masalah utang. Saya sendiri lagi butuh uang, mau ngurus orang lain ?," kata Amin dihadapan Buyung Sitompul dan Binsar Saruksuk, Kapolres Tapteng, KPU, Panwaslih dan Dandim 0211.
Dikesempatan itu, Amin juga meminta kepada semua pihak, khususnya calon bupati Buyung Sitompul maupun tim pemenangan dan simpatisannya, agar tidak memperpanjang masalah. Karena Amin yakin, issu yang yang timbul antara dirinya dan Buyung, disebabkan oleh permainan pihak ketiga, yang sengaja ingin memecah belah kedua calon pemimpin tersebut.
"Persoalan ini nggak usah diperpanjang, sudah ada opini pihak ketiga, yang masuk ke kita berdua tulang (paman). Jangan diperpanjang lagi. Saya siap tidak lagi menyinggung nama Buyung atau BESAR," ucapnya, dengan memanggil Buyung Sitompul dengan sebutan tulang (paman).
Menanggapi hal itu, Buyung Sitompul menerima pengakuan Amin Pardomuan Napitupulu, serta berharap juga agat persoalan yang terjadi antara dirinya dan Amin, tidak diperpanjang lagi. Buyung juga meminta Polisi dan TNI agar menjadikan masalah tersebut, sebagai catatan saja. ()
Salah satu dugaan black campaign yang dilontarkan dan sempat ditangani Mapolres Tapteng, adalah issu utang calon Bupati Buyung Sitompul. Dalam isu yang di tebarkan, Buyung Sitompul disebut - sebut berhutang kepada Amin P Napitupulu sebesar Rp 10 Milliar. Issu ini dipublikasikan kepada masyarakat Tapanuli Tengah.
Tidak terima jagoannya difitnah, pendukung Buyung Sitompul sempat mendatangi center pemenangan Amin P Napitupulu, di jalan nasional lintas Sumatera Pandan. Suasana sempat memanas antara pendukung Buyung dengan Amin. Beruntung aparat keamanan yang telah disiagakan dapat menenangkan situasi.
Untuk menyelesaikan permasalahan, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Hari Setyo Budi, memediasi kedua belah pihak. Dalam pertemuan yang dilaksanakan, Senin (9/1/2017), di Mapolres Tapteng, yang dihadiri kedua belah pihak, Amin Pardomuan Napitupulu membantah telah melontarkan issu, kalau Buyung Sitompul memiliki utang terhadap dirinya sebesar Rp 10 Milliar.
"Saya tidak pernah bicarakan namanya pak Buyung gitu loh, apalagi masalah utang. Saya sendiri lagi butuh uang, mau ngurus orang lain ?," kata Amin dihadapan Buyung Sitompul dan Binsar Saruksuk, Kapolres Tapteng, KPU, Panwaslih dan Dandim 0211.
Dikesempatan itu, Amin juga meminta kepada semua pihak, khususnya calon bupati Buyung Sitompul maupun tim pemenangan dan simpatisannya, agar tidak memperpanjang masalah. Karena Amin yakin, issu yang yang timbul antara dirinya dan Buyung, disebabkan oleh permainan pihak ketiga, yang sengaja ingin memecah belah kedua calon pemimpin tersebut.
"Persoalan ini nggak usah diperpanjang, sudah ada opini pihak ketiga, yang masuk ke kita berdua tulang (paman). Jangan diperpanjang lagi. Saya siap tidak lagi menyinggung nama Buyung atau BESAR," ucapnya, dengan memanggil Buyung Sitompul dengan sebutan tulang (paman).
Menanggapi hal itu, Buyung Sitompul menerima pengakuan Amin Pardomuan Napitupulu, serta berharap juga agat persoalan yang terjadi antara dirinya dan Amin, tidak diperpanjang lagi. Buyung juga meminta Polisi dan TNI agar menjadikan masalah tersebut, sebagai catatan saja. ()
Posting Komentar