anakbangsapost

Air Irigasi Mati, Tukang Bangunan Bawa Gula, Kopi dan Teh Pada Petani

TEBINGTINGGI – Sisu, seorang tukang yang bertugas pada pintu air di Kelurahan Lubuk Raya, Tebingtinggi, Sabtu (14/1/2017) tiba-tiba mendatangi Eva Purba, Ketua Gapoktan Maju Raya. Ia datang sambil membawa sebungkus plastik berisi kopi sekilo, teh celup sari wangi dan kopi kingkong sebungkus. Tanpa basa basi Sisu memberikan barang-barang itu kepada Eva Purba. Sisu mengatakan, "kalau saya salah, saya minta maaf."
Hal ini diduga akibat tindakan Edi, pengawas proyek PU yang sehari sebelumnya membentak petani setelah pintu air yang digantinya jebol. Sisu yang menukangi pintu air mematikan air padahal air sangat diperlukan petani di sawah. Tanpa koordinasi dengan petani, air dimatikan untuk kepentingan proyek pintu air. Petani marah karena pelaksana proyek pintu air mengorbankan tanaman padi untuk keuntungan pelaksanaan proyek.
Pintu air tersebut dibangun di 2 titik, tanpa ada plank proyek. Sisu mengatakan proyek itu punya oknum Edi. Edi yang menggaji para tukang bangunan, sedangkan Sisu hanya mengerjakan di lapangan. Edi yang dikenal sebagai pengawas lapangan dari Dinas PU dengan membentak petani mengatakan bahwa ia mengerjakan proyek nasional dan ia tidak takut mati demi proyek itu.
Proyek penggantian pintu air yang dikerjakan awal tahun 2017 sebelum APBD 2017 disyahkan DPRD kota Tebing Tinggi. Jika proyek itu didanai APBD tahun 2016 bisa dipastikan proyek itu proyek adendum. Namun proyek adendum bukan tengah berjalan melainkan proyek baru.
Ketua Gapoktan Maju Raya mengharapkan Tipikor Polres mengusut dugaan permainan mafia proyek yang ditenggarai Edi di Kelurahan Lubuk Raya. Eva Purba mengatakan proyek irigasi di areal pertanian sawah kota Tebing Tinggi didanai DAK Irigasi Sungai, di APBD tahun 2016 bernilai kurang lebih Rp 10.900.000.000 namun proyek yang diperuntukkan bagi kemajuan jangka panjang pertanian itu tidak berkoordinasi dengan petani.
Oknum Kuasa Pengguna Anggaran untuk proyek saluran irigasi itu M. Yusuf ditahan Kejaksaan Negeri Kota Tebing Tinggi. Pejabat M.Yusuf ditahan, anggaran Rp 10.900.000.000 yang diakomodir di APBD tahun 2016, cair meski pejabat yang berwenang fokus ke masalah hukum. Oknum Edi dengan memandang remeh kepentingan tanaman padi milik petani. (Bortob)

Related

Tebingtinggi 6430882444716044559

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item