Ngeri, Kepala Remuk Dilindas Tronton di Jalinsum Batubara
https://anakbangsapost.blogspot.com/2016/09/ngeri-kepala-remuk-dilintas-tronton.html
Batubara, (ABP)
Kecelakaan maut kembali terjadi Senin (5/9/2016) pagi sekira pukul 10.30 WIB, di Jalinsum Medan-Kisaran Kilometer 101-102. Pengendara Mega Pro bernama Juli Supriadi (39), tewas di kolong truk setelah menyenggol bus antar kota antar propinsi.
Akibat tergilas ban belakang truk tronton, tubuh Supriadi, warga Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Asahan, ini mengalami luka parah. Bahkan sebagian tubuhnya tak lagi utuh. Sepedamotor korban Honda Mega Pro BK 2250 IG, juga mengalami kerusakan parah.
Menyadari ada kejadian laka lantas, Hendra (50) langsung menghentikan laju truk tronton BK 9738 FR yang dikemudikannya. Ia langsung lemas begitu menyadari jika kecelakaan maut itu melibatkan truk yang dikemudikannya.
Hendra, sopir truk asal Kampung Pon, Serdang Bedagai (Sergai), ini sama sekali tidak menduga jika truk yang dikemudikannya akan terlibat kecelakaan dengan korban yang saat itu melaju dari arah Kisaran menuju arah Medan. Sebab kata Hendra, ia masih sempat melihat sepedamotor korban saat berpapasan dengan truk yang dikemudikannya. Tapi ternyata korban terjatuh setelah bersenggolan dengan bus di depannya dan tubuhnya masuk ke kolong truk yang dikemudikannya.
![]() |
| Jasad korban di RS |
“Aku gak nyangka kecelakaan ini, karena sesudah aku melintas baru kreta yang dikendarai korban itu memotong bus di depannya. Terus jatuh ke kolong trukku,” ungkap Hendra.
“Aku tak berani nengoknya (melihat tubuh korban, red), mungkin ini sudah nasib lah,” celetuk sopir truk dengan wajah pucat pasi.
Informasi dihimpun wartawan, saat kejadian, korban Supriadi mengendarai sepedamotor Honda Mega Pro BK 2250 IG melaju dari arah Kisaran menuju Medan. Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di Desa Siparepare, Kecamatan Air Putih, Batubara, korban bermaksud mendahului bus antar kota antar propinsi di depannya.
Tidak diketahui bagaimana, setang sepedamotor korban menyenggol sudut kanan belakang bus hingga korban terjatuh ke badan jalan. Dan, saat bersamaan datang dari arah berlawanan truk tronton. Akibatnya, sepedamotor dan tubuh korban masuk ke kolong samping truk lalu terlindas ban belakang kanan truk. Akibat kejadian itu, kepala korban mengalami luka parah. Korban diperkirakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara dengan kondisi kepala hancur.
Warga yang melihat peristiwa itu langsung melapor ke Pos Lantas Indrapura. Petugas Pos Lantas Indrapura kemudian mengevakuasi tubuh korban ke Klinik Mulia Harapan di dekat TKP guna pengambilan visum.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, sopir beserta truk berikut dengan sepedamotor diamankan di Pos Lantas Indrapura.
Hendra saat dikonfirmasi di Pos lantas Indrapura mengatakan, truk yang ia kemudikan bermuatan 65 ton pupuk dolomit. Pupuk itu dimuat di Pancur Batu, dengan tujuan Bagan Batu Simpang Ulim, Riau.
Kapos Lantas Indrapura Aiptu J Sihaloho menjelaskan, kasus itu masih dalam pengumpulan keterangan dan memberitahukan kepada keluarga korban.
“Kedua kendaraan sudah diamankan dan juga sudah memberitahukan kepada keluarga korban agar jenazah dibawa ke rumah duka,” tandas Haloho. (int)

Posting Komentar