Wabup Sergai Dukung Pengembangan Sekolah Berbasis Penguatan Agama
https://anakbangsapost.blogspot.com/2016/03/wabup-sergai-dukung-pengembangan.html
Sei Rampah(ABP)
Wakil Bupati Serdang Bedagai D. Wijaya, mendukung pengembangan sekolah berbasis penguatan agama seperti jalur pendidikan sekolah sederajat SD, SMP dan SMA yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai mengharapkan kerjasama dan dorongan dari berbagai elemen masyarakat sehingga mampu menerapkan langka-langkah kongkrit untuk memajukan pendidikan di daerah ini agar lahir generasi penerus yang kreatif, inovatif dan religius.
Apresiasi dukungan ini disampaikan Wabup Sergai D. Wijaya didampingi Asisten Ekbangsos dan Sekretaris Disdik Drs. Janter Siregar, MM dan Kakan Kemenag Sergai Drs. David Purba ketika menerima kunjungan audiensi dari jajaran pengurus Madrasah Development Center (MDC) atau Pusat Pengembangan Madrasah (PPM) Propinsi Sumut, di ruang kerja Wabup Sergai komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Kamis (10/3).
Kemudian Wabup Sergai D. Wijaya menambahkan, ada keunggulan khusus jika pelajar menempuh pendidikannya di jalur sekolah yang berbasis agama, sebab mereka tidak hanya belajar pengetahuan umum namun mampu dibekali ilmu agama yang akan mendorong peningkatan imam dan ketakwaannya.
Lebih lanjut D. Wijaya menyampaikan rasa keprihatinannya paradigma dan pemahaman masyarakat tentang sekolah Madrasah yang menjadi sekolah alternatif/ pilihan yang kesekian kali. Kondisi ini bisa dilihat dari tidak banyaknya jumlah siswa di Madrasah, hal ini dilatarbelakangi sedikitnya minat dan antusias masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah jika dibandingkan sekolah umum.
Maka itu keberadaan sekolah berbasis agama perlu terus diperhatikan keberlanjutannya, jangan sampai tidak diminati oleh masyarakat. Untuk itu diharapkan beberapa program-program kerja Pemkab Sergai dapat menyentuh kegiatan yang meningkatkan spiritualis keagamaan salah satunya telah menerapkan program magrib mengaji.
Pada kesempatan yang sama, Direktur MDC Propinsi Sumut Drs. H. Amiruddin Siahaan menjelaskan kepada Wabup Darma Wijaya, bahwa PPM atau yang selama ini dikenal MDC merupakan mitra kerja strategis Direktorat Pendidikan Islam dalam pengembangan standar kualitas Madrasah Aliyah agar sejajar dengan SMU. MDC lahir dari perkembangan madrasah cenderung stagnan. Selama ini, nyaris madrasah hanya mendapatkan dana dari BOS saja. Kalau pun ada dana lain dari Kemenag, jumlah madrasah yang menerima terbatas.
Untuk memperkuat dan memaksimalkan peran dan ruang gerak MDC telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Australian Agency For International Development (Ausaid) sejak tahun 2010 dibidang penguatan lembaga Madrasah. Dan sejak itu AusAid telah mengucurkan bantuan dana bagi MDC Indonesia termasuk MDC Propinsi Sumut yakni sebanyak 25 Madrasah salah satunya Kabupaten Sergai, ujar Amiruddin Siahaan.
(Budi)
Wakil Bupati Serdang Bedagai D. Wijaya, mendukung pengembangan sekolah berbasis penguatan agama seperti jalur pendidikan sekolah sederajat SD, SMP dan SMA yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai mengharapkan kerjasama dan dorongan dari berbagai elemen masyarakat sehingga mampu menerapkan langka-langkah kongkrit untuk memajukan pendidikan di daerah ini agar lahir generasi penerus yang kreatif, inovatif dan religius.
Apresiasi dukungan ini disampaikan Wabup Sergai D. Wijaya didampingi Asisten Ekbangsos dan Sekretaris Disdik Drs. Janter Siregar, MM dan Kakan Kemenag Sergai Drs. David Purba ketika menerima kunjungan audiensi dari jajaran pengurus Madrasah Development Center (MDC) atau Pusat Pengembangan Madrasah (PPM) Propinsi Sumut, di ruang kerja Wabup Sergai komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Kamis (10/3).
Kemudian Wabup Sergai D. Wijaya menambahkan, ada keunggulan khusus jika pelajar menempuh pendidikannya di jalur sekolah yang berbasis agama, sebab mereka tidak hanya belajar pengetahuan umum namun mampu dibekali ilmu agama yang akan mendorong peningkatan imam dan ketakwaannya.
Lebih lanjut D. Wijaya menyampaikan rasa keprihatinannya paradigma dan pemahaman masyarakat tentang sekolah Madrasah yang menjadi sekolah alternatif/ pilihan yang kesekian kali. Kondisi ini bisa dilihat dari tidak banyaknya jumlah siswa di Madrasah, hal ini dilatarbelakangi sedikitnya minat dan antusias masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah jika dibandingkan sekolah umum.
Maka itu keberadaan sekolah berbasis agama perlu terus diperhatikan keberlanjutannya, jangan sampai tidak diminati oleh masyarakat. Untuk itu diharapkan beberapa program-program kerja Pemkab Sergai dapat menyentuh kegiatan yang meningkatkan spiritualis keagamaan salah satunya telah menerapkan program magrib mengaji.
Pada kesempatan yang sama, Direktur MDC Propinsi Sumut Drs. H. Amiruddin Siahaan menjelaskan kepada Wabup Darma Wijaya, bahwa PPM atau yang selama ini dikenal MDC merupakan mitra kerja strategis Direktorat Pendidikan Islam dalam pengembangan standar kualitas Madrasah Aliyah agar sejajar dengan SMU. MDC lahir dari perkembangan madrasah cenderung stagnan. Selama ini, nyaris madrasah hanya mendapatkan dana dari BOS saja. Kalau pun ada dana lain dari Kemenag, jumlah madrasah yang menerima terbatas.
Untuk memperkuat dan memaksimalkan peran dan ruang gerak MDC telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Australian Agency For International Development (Ausaid) sejak tahun 2010 dibidang penguatan lembaga Madrasah. Dan sejak itu AusAid telah mengucurkan bantuan dana bagi MDC Indonesia termasuk MDC Propinsi Sumut yakni sebanyak 25 Madrasah salah satunya Kabupaten Sergai, ujar Amiruddin Siahaan.
(Budi)

Posting Komentar