Pasar Baru, Ibukota Kecamatan yang Tidak Tersentuh Bantuan dari Pemerintah
https://anakbangsapost.blogspot.com/2016/02/pasar-baru-ibukota-kecamatan-yang-tidak.html
Simalungun,(ABP).
PASAR BARU,adalah ibukota Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Sumatera Utara yang terletak lebih kurang 100 KM dari Pematang Raya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Batu Bara,atau sekitar 15 KM dari kota Perdagangan.
Pusat Pemerintahan Kecamatan Bosar Maligas ini, meliputi wikayah kerja 16 Desa dan 1 Kelurahan.Kondisi Pasar Baru,terkesan keadaannya sejak zaman Orde Baru sampai saat ini masih tetap sunyi dan sepi.Padahal di Pasar Baru ini ada Kantor Camat,Koramil,Polsek dan Sekolah SMA,SMP dan Puskesmas serta Kantor Pos dan Kantor Urusan Agama,UPTD Pendidikan dan bangunan sarana serta prasarana lain.
Ibukota Kecamatan ini dipimpin oleh seorang Lurah berasal dari PNS yang bernama Sukamto bertugas sejak 5 tahun yang lalu.Menurut penuturan Sukamto kepada wartawan,Kelurahan Pasar Baru yang dipimpinya mempunyai sekitar 1020 RT,dan 8 lingkungan, serta berada di tengah tengah lintasan Ruas Jalan Kabupaten yang menghubungkan dari Boluk ke Ujung Padang dan ke Dolok Estate menuju Medan dan Kisaran.
Kondisi Pasar Baru yang terkesan tetap sunyi tidak seperti halnya Ibukota Kecamatan lain di Simalungun,menurut hasil investigasi dan keterangan dari Lurah Sukamto,tokoh masyarakat serta para elit Politik dan pelaku ekonomi terpisah,karena pihak Pemkab Simalungun atau pihak Pemerintah Pusat,kurang memperhatikan dan perduli terhadap kondisi dan perkembangan lini Pasar Baru di Kecamatan Bosar Maligas.
Seolah pihak Pemerintah hanya melepas dan melongok dari kejauhan saja ke Pasar Baru, untuk menjadi ramai atau menjadi besar setara dengan ibukota Kecamatan yang lain.Padahal pasok PBB setiap tahun terus terpenuhi sesuai dengan target,terlebih pasok dari Perkebunan PTPN sekitarnya.
Salah satu bagian buktinya,ibukota Kecamatan ini tidak pernah tersentuh bantuan dana dari Pemerintah untuk kelanjutan pembangunan sarana dan prasarana serta inspratruktur(semisal jalan Rabat Beton) dan jalan keruas sekitar Pasar Baru dan sekitarnya.
Kecuali bangunan peningkatan jalan lintas umum menuju nagori Boluk dan sebagian ruas jalan menuju ke Pasar Baru.Sedang ruas jalan alternatif dari Pasar Baru dan Talun Saragih,menuju ke Dolok Estate Batu Bara tembus ke Medan dan ke Kisaran ,sekitar 2 KM,sudah sejak bertahun tahun tidak tersentuh perbaikan dan peningkatan oleh Dinas PU Binamarga Kabupaten Simalungun.
Ruas jalan ini semakin parah dan berlobang lobang seperti kubangan kerbau.Padahal dari Kecamatan Bosar Maligas ini sejak lama ada anggota DPRD Simalungun yang seharusnya jadi PRnya atas keberadaan dan kondisi Pasar baru yang terus sunyi dan senyap.
Hal ini harus jadi kajiannya.Apalagi Pasar Baru merupakan ibukota Kecamatan di Bosar Maligas yang dilingkungi Perkebunan PTPN IV dan PTPN III serta Sewasta Nasional dan Kawasan Industri Sungai Mangkei (KISMK).
Sukamto dan masyarakat, mengharapkan untuk peningkatan ruas jalan ke Lingkungan dan ruas jalan menuju ke Dolok Estate BatuBara,sebaiknya jadi perhatian Pemerintah Simalungun untuk segera ditingkatkan.Agar sarana lalu lintas dan untuk pemanfaatan ekonomi rakyat bisa lancar dan lebih ramai dari keadaan yang saat ini terus sunyi dan sepi.
Akankah kondisi ibukota Kecamatan Bosar Maligas Simalungun Pasar Baru ini akan terus sunyi dan semakin gersang?.Semuanya berpulang kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun,harapnya.(mst)
Posting Komentar