Independensi Jurnalis Dipasung Pemilik Perusahaan Media
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/11/independensi-jurnalis-dipasung-pemilik.html
Medan(ABP)
Asosiasi-asosiasi jurnalis diharapkan dapat memperkuat para pekerja media untuk mempertahankan sikap independensinya dalam pemberitaan Pilkada.
Harapan ini disampaikan akademisi Universitas Sumatera Utara Heri Kusmanto pada Dialog Publik Independensi Media dalam pemberitaan Pilkada yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen Medan di Hotel Grand Darussalam Syariah, Jumat (6/11).
Heri mengatakan, sikap jurnalis dalam pemberitaan tidak hanya ditentukan sikap
pribadi, namun juga sangat ditentukan atasan atau pemilik media. Karena itu
asosiasi harus terus mendampingi dan mengeduksi para jurnalis yang terpasung
itu untuk tetap mengedepankan independensi.
"Asosiasi harus melindungi wartawan yang berada dalam kondisi tidak berimbang (akibat bekerja di perusahaan media)," katanya.
Peneliti media dari Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera
(KIPPAS), J.Anto mengatakan, saat ini adalah musim panen bagi perusahaan media.
Media, katanya, berlomba-lomba untuk mendapatkan kue iklan daripasangan calon peserta
Pemilu dan akhirnyha cenderung berpihak kepada pasangan calon yang memiliki
dana kampanye lebih besar.
"Tapi keberpihakan ini tergantung waktu. Nanti setelah Pilkada selesai, pada masa normal, keberpihakan media biasanya kembali lagi ke publik. Pemberitaan media bisa kembali mengkritik kebijakan pemerintah.
Narasumber lainnya, Komisioner KPU Medan, Edy Suhart mengatakan, penyelenggara Pemilu, khususnya di Medan, saat ini dihadapkan problem kurangnya partisipasi dalam pemilihan.
"Tingkat partisipasi di Medan pada Pemilu yang lalu 54 persen. Paling rendah di
Indonesia. Target nasional adalah 75 persen,"ucapnya seperti yang tertuang
dalam pers rilis AJI Medan. Berbagai program, seperti pilot project Rumah Pintar Pemilu sudah disiapkan sebagai solusi.
"Kami juga berharap media tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tapi
juga fungsi informasi. Kami berharap media dapat memberikan penyadaran tentang pentingnya menggunakan hak pilih," ujarnya.
Sementara Ketua AJI Medan, Agus Perdana mengatakan, independensi menjadi tantangan klasik bagi pekerja media. Namun, di antara tegangan kepentingan pemilik media, pekerja media tetap dapat menilai independensinya dengan mengacu pada Pedoman Perilaku Jurnalis Indonesia.
Dalam dialog ini muncul juga dukungan terhadap jurnalisme warga yang muncul
dalam berbagai platform media seperti blog. Jenis jurnalisme ini menjadi
pilihan yang baik untuk warga yang menginginkan independensi dalam pemberitaan Pilkada karena karakternya berbeda dengan jurnalisme yang didorong oleh industri.
Beberapa peserta dialog public juga menyayangkan pihak panitia tidak mengundang pihak Panwaslu atau Bawaslu Sumut dan Medan untuk menambah penguatan data serta sejauh mana pengawasan yang akan dilakukan menjelang Pilkada Kota Medan.(dey)

Posting Komentar