anakbangsapost

Kampung Agas Kembali Mencekam Sekelompok Orang Traktor Bangunan dan Ladang Milik Warga

Medan(ABP)
Warga yang bermukim dan memiliki ladang merasa terintimidasi oleh sekelompok orang yang merusak tanaman dan bangunan dikawasan Kampung Agas yang berada Jalan H Anif Desa Sampali Kecamatan Percutseituan, Deliserdang-Sumatra Utara.
Dibawah ancaman senjata tajam para pelaku pun melakukan pengerusakan dengan cara mentrator tanaman dan bangunan milik warga. Kejadian itu dibenarkan Pemilik lahan Buyung (65) dan Asmar Syukri atau yang dipanggil Bang Amai ini kepada wartawan, Minggu (03/04/2015), saat ditemui dilokasi menyebutkan bahwa kejadiannya pada pekan lalu.
"Mereka itu mentraktor tanaman dan bangunan rumah yang ada dilahan ku,"ucap Buyung.
Padahal dirinya, sudah menjelaskan kalau lahan itu adalah miliknya yang sudah dikuasainya semenjak 1993. Namun para pelaku yang dipimpin kuncung tersebut tetap tidak peduli.
Menurutnya, dirinya bersama Sahrum yang juga pengurus BPRPI telah lama menguasai lahan dikawasan Kampung Agas tersebut.
Selama ini tidak ada masalah apapun tentang kepemilikan tanah akan tetapi belakang sekelompok orang dibawah pimpinan kuncung yang juga oknum pengurus OKP PP dikawasan Percutseituan melakukan penyerobotan lahan atas miliknya.
Dikatakannya, kerugian yang dialami akibat perusakan kebun dan bangunan tersebut mencapai ratusan juta. Padahal pada awal Mei ini dirinya sudah mengutip hasil panen akan tetapi kandas sudah setelah kebunya dirusak oleh Kuncung.
Sama halnya dengan Amay juga menyatakan pihaknya segera membuat pengaduan kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti permasalahan tersebut. "Pelakunya harus segera diproses hukum, kami tidak terima lahan perkebunan (ladang,red) kami dirusak oleh si kuncung itu. Ini bukan jamannya lagi main kekerasan apalagi sampai merusak dan melakukan pengancaman semua harus ada prosedurnya,"sebutnya lagi.
Cobalah, adik-adik wartawan lihat, kan sudah jelas ini ladang kami ditraktor ini dia bekasnya. Kalau mereka itu memang Gentelman silahkan jumpai saya. "Jangan seenaknya saja main traktor,"ucap Amay sembari menyebutkan kerugian yang dialaminya mencapai puluhan juta karena tanamannya pada pertengahan mei sudah panen.
Begitu pun yang saya dengar, mereka itu mau menjual lahan kami kepada pengusaha properti. "Untuk itulah kami mengingatkan para calon pembeli selektip dan melakukan kroscek terlebih dahulu. Ini masih tanah kami bukan milik si kuncung itu,"ujarnya.
"Kita meminta Kapoldasu Irjen Pol Eko, agar bisa menindak para pelaku yang sudah meresahkan,"pinta Amay.(lin)

Related

Sumut 2822509488689408685

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item