PPP Gelar Silaturrahim Bersama Ulama Se-Tabagsel
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/03/ppp-gelar-silaturrahim-bersama-ulama-se.html
MADINA(ABP)
Ketua umun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir. H.M. Romahurmuzy, MT gelar Mangaraja Mutia Hadamean Lubis, mengatakan untuk memastikan syiar Islam tetap berjalan dengan baik, maka dibutuhkan kekuasaan. Oleh karena itu, kekuasaan sangat penting bagi umat Islam.
Hal itu sebagaimana yang disampaikan Romi sapaan akrab Romahurmuzi pada acara silaturrahmi DPW PPP Sumut bersama ulama se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), kemarin, yang dipusatkan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dalam siaran persnya, Senin (09/03/2015).
Turut hadir pada acara itu, Ketua DPW PPP Sumut yang juga anggota DPR RI H. Fadly Nurzal, Sekretaris H. Yulizar P. Lubis, Bendahara Hj. Fitri siswaningsih, dan pengurus DPW PPP lainnya seperti, H. Nuzirwan B. Lubis, Jafaruddian Harahap, Ahmadan Harahap, Andi Jaya Matondang, Ustad Rahim Gea, Faisal Hutabarat, M. Soleh Tanjung, Darwin Marpaung, Jon Masren Saragih, dan Jonson Sihaloho. Juga hadir beberapa pengurus DPD PPP Kabpaten Kota, yakni , Ketua DPD Kab. Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, P. Siantar, Deli Sedang, dan Kota Medan.
Pada kesempatan itu, Romi menjelaskan, PPP sebagai salah satu kekuatan politik di Indonesia yang telah berusia 42 tahun tetap konsisten memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara berlandaskan hukum-hukum Islam.
Caranya dengan memasukkan nilai dan norma-norma Islam ke dalam konstitusi Indonesia, melalui kader-kader PPP yang ada di eksekutif dan legislatif. Dengan acara seperti itu, PPP berharap umat Islam Indonesia tetap bisa melaksanakan ajaran agama tanpa ada gangguan sedikitpun.
"Berdasarkan itulah, PPP berpandangan bahwa kekuasaan itu sangat penting, karena agama tanpa kekuasaan akan hilang,"jelas Romi.
Atas dasar itu juga, PPP berharap kepada para ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh umat Islam bersatu untuk memenangkan PPP, terutama di Bumi Gordang Sambilan, Mandailing Natal ini.
Pada kesempata itu Romi juga menyinggung soal dinamika ditubuh PPP. Dikatakannya, kalau belakangan ini banyak yang mengaku-ngaku sebagai pimpinan PPP, baik ditingkat pusat, Provinsi dan kabupaten kota, bagi Romi itu biasa. Sebab sejak Nabi Muhammad Saw wafat, pun sudah banyak yang mengaku-ngaku jadi nabi, bahkan ada yang berani mengaku sebagai malaikat.
"Mengaku nabi saja orang berani, apalagi hanya sebagai pimpinan PPP. Namun, kita berharap dinamika ini Insya Allah menjadi tanda-tanda kebangkitan PPP, seperti di Madina ini kita d’oakan kelak akan dipimpin PPP,"ujarnya.
Sebelumnya Ketua DPW PPP Sumut H. Fadly Nurzal didampingi Ketua DPC PPP Madina H. Dahler Lubis, menegaskan bahwa sampai sekarang ini, kepengurusan PPP Pusat yang diakui pemerintah berdasarkan SK Kemenkum HAM RI adalah yang dipimpin bapak Romahurmuzi.
"Jadi jika ada yang mengaku pengurus di luar itu, itu palsu," jelas Fadly.
Untuk itu, Fadly mengajak seluruh pengurus DPW dan DPC di Sumatera Utara untuk tidak larut dalam dinamika tersebut.
Justru kita harus terus bergerak maju, melakukan penguatan konsolidasi baik secara internal dan eksternal. Silaturrahmi bersama ulama se-Tabagsel ini adalah bagian dari upaya konsolidasi kita. "PPP lahir dan dibesarkan para ulama dengan keringat darah dan air mata. Kita sebagai pemegang amanah, tidak boleh jauh dari ulama dan umat Islam,"tegas Fadly.
Penganugrahan Gelar Bangsawan
Selain bersilaturrahmi bersama ulama se-Tabagsel, Ketua Umum DPP PPP H. Romahurmuzi MT juga mendapat penganugrahan gelar raja. Prosesi adat penganugrahan gelar raja tersebut diselenggaran di pendopo rumah dinas Bupati Mandailing Natal.
Hadir dalam prosesi tersebut, Wakil Bupati Mandailing Natal Imron, Ketua DPP PPP Rusli Effendi, Hasan Husaeri Lubis, Ketua DPW Sumut Fadly Nurzal, Wakil Sekjen Baidowi, Sekretaris DPW Yulizar P. Lubis, dan ratusan kader PPP serta tokoh masyarakat.
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy mendapat gelar kehormatan Mangaraja Mutia Hadamean Lubis dari pemangku adat Mandailing Natal, Sumatera Utara. "Lubis merupakan marga terbesar di Mandailing Natal dan Mangaraja merupakan gelar bangsawan," kata Fadly Nurzal.
Sebelum pemberian gelar bangsawan dan marga, pemangku adat terlebih dahulu meminta persetujuan dari perwakilan suku dan marga. Setelah mendapat persetujuan maka prosesi upacara penganugerahan gelar bangsawan dan penyematan marga lubis dimulai.
Fadly Nurzal mengatakan penganugerahan gelar bangsawan tersebut merupakan penghormatan kepada Romhurmuziy karena dinilai sebagai tokoh muda Islam yang menonjol.
Dengan pemberian gelar tersebut, diharapakan Romy, sapaan akrab Romahurmuziy mampu menjadi panutan bagi bangsa Indonesia.
"Pemberian gelar bangsawan tersebut tidak tiba-tiba, tapi berdasarkan kesepakatan para tokoh di Mandailing Natal," kata Fadly.
Romahurmuziy mengucapkan terima kasih atas pemberian gelar tersebut, sedangkan dirinya sanggup untuk mengemban amanah yang disampaikan para pemangku adat Mandailing Natal. "Kami ucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Insya Allah kami akan menjalankan amanat yang disampaikan oleh para pemangku adat Mandailing Natal," kata Romy. (lina)
Posting Komentar