anakbangsapost

Dugaan Korupsi Guncang KPUM Medan Tidak Keseluruhan Anggota Diundang Ikuti RAT

Medan, (ABP)
SM Ambarita (51 thn) warga Jl. Tembakau Raya Tuntungan, salahsatu anggota Koperasi Pengangkutan Umum Medan (Medan), tak dapat menutupi raut kesal diwajahnya kepada wartawan, Senin (30/3/2015).
Satu dari sekitar 6 unit mobil pengurus KPUM Medan yang diduga merupakan 
pemberian cash bach dari dialer, terkait peremajaan 400 mobil AVV tahun 2013-2014 lalu.  (ist)
Pasalnya, salahsatu unit mobilnya yang dijual kepada pihak lain, tidak dapat diproses BBN, karena pihak koperasi menolak memberikan surat rekomendasi.
“Entah apa alasan mereka untuk tidak mengeluarkan rekomendasi, bahkan Siburian dan Rayana yang ada dikantor (Ketua dan Ketua II, Red)juga menolak ditemui. Dengan alasan keduanya tidak dikantor. Entah apa maunya orang-orang aneh ini”, kesal Ambarita.
Dan mengaku nyaris beradu fisik dengan beberapa pegawai KPUM, yang memperlakukan dirinya tak ubahnya hewan. Padahal, Ambarita dapat disebut sebagai anggota lama di KPUM, dan ikut memberikan sumbangsih terhadap KPUM Medan.
SM Ambarita menduga sikapnya yang kritis terhadap keberadaan KPUM yang beberapa waktu belakangan ini terkesan menjadi perusahaan keluarga dan kroni, mendapat penolakan dari beberapa oknum pengurus, yang kemudian mempersulit dirinya dalam hal birokrasi administrasi organisasi.
“Koperasi punya anggota lebih dari 5000an orang, tapi setiap Rapat Akhir Tahun tidak sampai sepertiga(2000an orang) anggota yang diundang. Ini khan namanya manipulasi. Mereka beralasan hal itu sudah diatur lewat AD/ART. Harusnya sebagai pengurus mereka punya inisiatif untuk merubah AD/ART, dengan mengikut sertakan seluruh anggota. Apalagi peraturan itu dibuat tahun 1994, artinya sudah tidak lagi memihak anggota sebagai pemilik sah koperasi yang dilarang mengambil keuntungan. Bukannya, malah mengaut keuntungan dari keberadaan peraturan yang menguntungkan segelintir orang tadi”, keras Ambarita.
Ambarita mengatakan sesuai AD/ART juga pihaknya ada membuat laporan dugaan korupsi ditubuh organisasi dan sudah memasuki ranah pengadilan, karena menduga adanya penyimpangan dalam pelaporan keuangan .
“Saya dengar para pengurus itu, mengatakan kepada anggota lainnya jika saya sudah keluar dari KPUM, karena menggugat perbuatan mereka ke pengadilan. Memangnya organisasi ini bisa dengan cakap-cakap saja, tanpa ada bukti-bukti administrasi. Padahal AD/ART membenarkan adanya laporan kepada aparat hukum, bila ada dugaan penyelewengan dari pengurus”, sergah SM Ambarita lagi.
Wartawan yang coba mengkonfirmasi Ketua KPUM Medan J. Siburian dan Ketua II Rayana Simanjuntak tidak dapat menemui kedua orang tersebut, beberapa petugas dilantai bawah mengatakan dua petinggi KPUM itu tidak berada dikantor. “Keduanya sedang keluar, Sekretaris juga tidak ada. Tinggalkan saja pesan, nanti kami hubungi kembali”, ujar salahseorang pria bertubuh kekar kepada wartawan.
Rayana Simanjuntak yang kemudian coba dihubungi lewat selulernya, mengatakan tidak keseluruhan anggota yang diundang dalam RAT, merupakan peraturan dalam AD/ART. Dimana hanya setiap anggota yang punya premi sebanyak 200 hari saja yang berhak mengikuti RAT.
Ranaya juga membantah jika KPUM mendapatkan cash back (uang kembali) dari peremajaan 400 unit Mobil AVV pada tahun 2013-2014 lalu, yang mencapai Rp 3 M, berikut beberapa pengurus juga mendapatkan bonus mobil Suzuki dari dialer, dalam proses peremajaan 400 mobil AVV tadi.
“Ah tidak ada itu Pak”, ujar Ranaya lantas memutuskan pembicaraan seluler, dan wartawan tidak dapat menghubunginya kembali. Direncanakan, Selasa 31 Maret ini, KPUM Medan menggelar RAT, dan anggota yang diundang hanya sekitar 1500an orang, sementara yang tercatat sebagai anggota lebih dari 5000 orang. (yan)

Related

Hotnews 4392291011958145530

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item