Pengusaha Hiburan Malam di Medan Menjerit dibuat Penguasa
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/02/pengusaha-hiburan-malam-di-medan.html
Medan(ABP)
Pengusaha hiburan malam di Medan menjerit dibuat penguasa, selain merasa terganggu dalam mengoperasikan usahanya, juga dituntut memenuhi kewajiban membayar pajak kepada pemerintah.
Derita pahit yang dialami Lisam salah seorang pengusaha hiburan malam LG dikawasan Jl. Nibung Raya Medan, sulit membayar pajak kewajiban dari hasil operasi usahanya, karena belakangan ini pengunjung di Diskotiq LG selalu sunyi, akibat lokasi usahanya selalu menjadi sasaran penggerebekan petugas kondisi itu membuat usahanya sulit malah pernah sampai tak dapat omzet dalam beberapa minggu.
Bagaimana saya mau membayar kewajiban pajak kalau sejak tanggal (10/2/2015) pasca penggerebekan, untuk menutupi biaya operasional saja sudah susah, keluh Lisam nada heran, sambil mengatakan dirinya didatangi beberapa oknum wartawan dan orang tertentu menuding lokasi usahanya sebegai tempat peredaran Narkoba.
Menurutnya Diskotiq LG tidak mengedar Narkoba, kalau pengunjung yang membawa. Saya mana tahu, apakah semua pengunjung yang masuk harus saya periksa bawa Narkoba atau tidak, ketusnya nada heran.
Dikatakan Lisam kalau dirinya membuka usaha hiburan malam Lg, tak lebih untuk berpartisipasi menghidupkan kota Medan diwaktu malam, dengan usaha hiburan malam itu pariwisata kota Medan yang datang dapat menikmati liburannya dikota ini.
Saya mau buka usaha bukan buka lokasi peredaran Narkoba, disinilah dia minta kepada aparat pemerintah agar jeli melihat niat orang dalam membuka usaha, yang tidak hanya punya kewajiban membayar pajak. Tapi juga punya kewajiban membayar tenaga kerja dan menutup biaya operasional lainnya.(ag)

Posting Komentar