Pancaran Aura Galih Kayu Bertuah Lebih Tinggi Dari Batu Akik
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/01/pancaran-aura-galih-kayu-bertuah-lebih.html
Medan(ABP)
Belasan tahun lalu, pencinta batu cincin di Sumut masih bisa dihitung dengan jari dan terbataas dikalangan tertentu yang notabene memiliki uang banyak. Tapi kini penikmat batu cincin sudah menjadi fenomena tersendiri di Sumut terutama Medan. Yang kaya dan yang miskin. Di kota mauun pedesaan.
![]() |
|
BERAGAM. Beragam galih kayu “bertuah”
memiliki pancaran energi lebih tinggi dari
Tosan Aji atau Pusaka milik Ki Pacak
siap dijadikan cincin.
|
Dulu ada orang beranggapan jika mengenakan batu cincin akik selalu diidentikan dengan dukun atau yang berbau magis. Bahkan penilaian itu semakin berkurang seiring dengan perkembangan jaman. Batu mulai dan batu Akik kini sudah dianggap sebagai aksesoris atau penghias diri dengan sentuhan keindahan.
Bahkan konon khabarnya bagi etnis Tionghoa, batu Giok dipercaya bisa membawa keberuntungan bagi dipemakainya. Ini ditandai bila Giok tersebut warnanya semakin hijau kental.
Sekaitan dengan fenomena baru batu mulia dan batu akik di Sumut, terutama Medan, batu cincin dari galih kayu bertuah juga tak kalah pamornya. Apalagi gallih kayu bertuah memiliki
pancaran aura magis yang positif secara alami. Tidak pakai “isian” seseorang yang berprofesi sebagai dukun.
“Kayu bertuah yang dijadikan cintin ini sudah lama dipercaya dapat memberikan pancaran pengasihan, kerukunan dalam keluarga, mendongkrak kederajatan, menjauhkan unsur magis yang negatif dan lainnya,” ucap Paranormal, Ahli Alternatif Supranatural dan Pencinta Kayu Bertuah di Sumut, Ki Pacak Sulaiman di kediamannya, Jalan Kapten Muslim No.39 Medan, Minggu (25/1).
Menurut Ki Pacak, berdasarkan penelitian tahun 1987-1989 di Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada (UGM) oleh Drs.Budhihardono, Ir.Bambang WB, R.Oesodo, Ir.Wibatsu HS dan drh Oentoro dengan Chronometer menunjukkan bahwa energi yang terdapat pada “Kayu Bertuah” besarnya dua kali lipat dibanding energi Tosan Aji atau Pusaka. Jika energi pusaka pada level 50, maka energi kayu “bertuah” mencapai level 100.
Secara umum diakui bahwa dewasa ini banyak yang tidak mengetahui adanya kekuatan energi pada kayu “bertuah” yang bisa dijadikan cincin. Itu wajar adanya. Tapi semuanya saat ini bisa dilihat melalui geogle di internet.
SEMAKIN MENINGKAT
Sejauh ini, lanjutnya, pencinta cincin dari kayu “bertuah” di berbagai negara setiap saat semakin meningkat. Mereka umumnya memakai cincin kayu “bertuah” tersebut karena sifatnya alami.
“Saat ini yang memesan pada saya cincin kayu “bertuah” tidak hanya di Indonesia, tapi juga dari negara Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia dan lainnya. Mereka biasanya memesan melalui internet,”kata Ki Pacak.
Saat ditanya berapa harga cincin kayu “bertuah”, Ki Pacak yang sudah memiliki jam terbang tinggi sampai ke Malaysia dan Singapura, menyatakan harganya mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
“Umumnya cincin kayu “bertuah” dari kelor yang banyak diminati karena pancaran auranya sangat besar,” ujarnya seraya menambahkan, bahwa beragam kayu “bertuah” itu diantaranya kayu “Galih Asam, Pace, Naga Sari, Kaboa”. (vandey)

Posting Komentar