anakbangsapost

Wakil Bupati Bireuen Buka Musyawarah Jadwal Turun ke Sawah

Bireuen, (ABP)
Musyawarah turun ke sawah merupakan rutin dilakukan dua kali dalam setahun. dua kali, Musyawarh dilakukan untuk menetapkan waktu menanam padi. Demikian disampaikan Ir. Alie Basyah, M.Si, Kadis Tannak Kabupaten Bireuen, Rabu (1/10/2014) saat pembukaan musyawarah di ruang pertemuan aula lama Sekdakab Bireuen. 
Alie Basyah mengatakan jumlah peserta yang hadir mencapai 150 orang, yang terdiri dari unsur badan penyuluhan ketahananan pangan, pertanian, dinas pengairan, unsur DPRK, camat, unsur petani, mantri tani, kepala BP3K, kelompok tani dan unsur TNI/POLRI dalam kabupaten Bireuen. 
Wabup Bireuen Mukhtar Abda saat membuka musyawarah
Sementara, Wakil Bupati Bireuen Mukhtar Abda dalam pidato pembukaannya menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan musyawarah jadwal tanam Mt Rendengan (padee watee-red). Dalam kesempatan itu Wabup menyampaikan empat (4) target khusus yang ingin dicapai Pemerintah Indonesia dalam bidang pertanian, yakni pencapaian swasembada, peningkatan pangan, daya saing dan eksport, serta peningkatan hasil produksi pertanian. 
 Lebih khusus, Mukhtar Abda menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen akan fokus pada sektor pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan, untuk mencapai swasembada pangan sekaligus memperluas lahan untuk menampung tenaga kerja. Kabupaten Bireuen telah memiliki andil besar dalam bidang pangan, dengan itu maka musyawarah hari ini diharap mampu menjadi andil dalam meningkatkan produksi, dan menjawab tantangan yang dibutuhkan masyarakat serta keterpaduan semua pihak, sehingga target kita tercapai. 
Selain, Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Mukhtar Abda M.Si, Kadis Pertanian dan Peternakan Ir. Alie Basyah M.Si, Kadis Pengairan Ismunandar, ST. MT, Kepala Bapeluh Mursyid, SP, Ketua DPRK Bireuen yang di wakili oleh Tgk Basri, dan unsur TNI/POLRI ikut terlihat di ruangan. 
Ketua Pemuda Tani Indonesia HKTI DPD Aceh Tarmizi A. Gani yang hadir di pertemuan tersebut mengkritisi sikap Pemerintah Bireuen dalam membangun dan mengembangkan sektor ril pertanian, termasuk sektor pengairan yang tidak terencana dengan baik. Sikap diatas, berpotensi tidak akan berjalannya rencana dan target pemerintah yang selalu disampaikan di setiap pertemuan.
"Sebagai contoh kita bisa melihat dengan apa yang terjadi di Kecamatan Peudada selama ini, adalah bahagian buram pondasi pertanian di Bireuen, sementara sumber air tersedia dibeberapa titik antaranya Aneuk Gajah Rheuek dan Leuboek Geulumpang, begitu juga dengan kondisi irigasi Seuke Puloet yang belum termanfaatkan secara baik,"kata Tarmizi.(rel)

Related

BreakNews 6153327439932806186

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item