Tim Kesehatan Siaga Hadapi Kemungkinan Jemaah Haji Kena Virus Ebola
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/10/tim-kesehatan-tetap-siaga-adanya-virus.html
Medan(ABP)
Tim kesehatan yang tergabung dalam PPIH Debarkasi Medan tetap mewaspadai adanya virus Ebola yang menjadi momok negara-negara di dunia menghinggapi jamaah haji sekembalinya ke tanah air, terutama Sumut.
“Sampai pemulangan haji Kloter 9 Debarkasi Medan, tidak ada satupun jamaah yang terdeteksi virus Ebola dari Tanah Suci Makkah Arab Saudi,” kata dr.Handoko, petugas kesehatan Debarkasi Medan dan petugas Bidang Kesehatan di Poliklinik Ahmed, Ismail B.Siregar didampingi M. Siregar, dr. Maya Heti Nasution dan suaminya, H.Rahmat Kartolo di kantin Ahmed seusai pemulangan haji Kloter 9 asal Langkat.
dr.Handoko dan Ismail mengakui, bahwa sampai saat ini ada sejumlah jamaah yang sakit begitu sampai ke Indonesia dan belum sehat akibat gangguan kesehatan di Tanah Suci Makkah. Mereka ada yang bisa kembali kerumahnya masing-masing setelah kesehatannya pulih akibat kelelahan dan ada juga yang sudah dirujuk ke RS Haji di Jalan Pancing Medan karena penyakitnya memerlukan perawatan medis.
dr.Handoko dan Ismail mengakui, bahwa sampai saat ini ada sejumlah jamaah yang sakit begitu sampai ke Indonesia dan belum sehat akibat gangguan kesehatan di Tanah Suci Makkah. Mereka ada yang bisa kembali kerumahnya masing-masing setelah kesehatannya pulih akibat kelelahan dan ada juga yang sudah dirujuk ke RS Haji di Jalan Pancing Medan karena penyakitnya memerlukan perawatan medis.
Disebutkan, pemerintah Indonesia beberapa bulan lalu sebelum pemberangkatan haji sudah melakukan antisipasi terhadap virus Ebola, flu Mexico (flu babi) maupun lainnya dengan memberikan vaksin pencegahan kepada calon jamaah haji (calhaj). “Kami juga sudah melakukan kerjasama dengan pihak Bandara KNIA dan Imigrasi Medan,” tambahnya.
Menurut dr.Handoko, negara yang dianggap rawan virus Ebola adalah Afrika Barat yang sudah banyak memakan korban. Untuk itu pemerintah Arab Saudi tidak memberikan visa kepada calhaj disana. Karena dikuatirkan akan virus Ebola akan terjangkit jamaah haji di seluruh dunia.
“Sejumlah relawan dari dunia yang berupaya mengantisipasi ke kantong virus Ebola di Afrika Barat tidak bisa berbuat banyak dan konsekwensinya satu relawan asal Amerika Serikat meninggal dunia beberapa waktu lalu,” ucap dr.Handoko.
Tahun 2013 lalu, lanjutnya, ada ditemukan 3 kasus sekembalinya jamaah haji dari kabupaten/kota di Sumut. Petugas kesehatan di Sumut dan daerah tetap melakukan pengawasan.“Seminggu sekali kesehatan mereka harus diperiksa dengan seksama sampai akhirnya dinyatakan bebas dari virus penyakit SARS, MERC dan lainnya,” tandas dr.Handoko seraya mengakui bahwa flu baru banyak muncul di Indonesia, namun sudah dianggap sebagai flu biasa.
Saat ditanyakan sudah berapa jamaah haji yang sakit dirujuk di RS Haji Jalan Pancing Medan, dr. Handoko dan Ismail B Siregar belum bisa merincinya. Karena data-datanya ada di Poliklinik Ahmed. “Silahkan ambil datanya di Poliklinik Ahmed,”kata M.Siregar dan Ismail sebelum meninggalkan kantin Ahmed. Tak berapa lama, saat wartawan akan mengambil data tersebut, poliklinik itu dalam keadaan tertutup.
Saat ditanyakan sudah berapa jamaah haji yang sakit dirujuk di RS Haji Jalan Pancing Medan, dr. Handoko dan Ismail B Siregar belum bisa merincinya. Karena data-datanya ada di Poliklinik Ahmed. “Silahkan ambil datanya di Poliklinik Ahmed,”kata M.Siregar dan Ismail sebelum meninggalkan kantin Ahmed. Tak berapa lama, saat wartawan akan mengambil data tersebut, poliklinik itu dalam keadaan tertutup.
Sementara di ruang obat-obatan, ada seorang petugas yang sedang tertidur. Hal itu wajar saja. Karena petugas kesehatan tetap terjaga sampai pagi. Apalagi jamaah haji kloter 9 asal Langkat tiba di Bandara KNIA pada hari Senin dinihari (20/10) sekitar jam 02.45 dan sampai di Ahmed sekitar jam 04.30 Wib. (vandey)

Posting Komentar