anakbangsapost

Warga Kadangan Protes Pekerjaan Jalan “Abal-abal “

Simalungun.(ABP) 
Proyek siluman pengerjaan lapen jalan tanpa plank di Nagori Kadangan Kecamatan Pematang Bandar Simalungun menuai protes masyarakat. Pasalnya, demi untung besar pemborong pelaksana mengerjakan proyek asal jadi alias abal-abal.
Proyek Siluman lapen jalan di Kandangan
Senin (20/10/2014) sekira jam 14.00 Wib, Dugel (50) warga setempat mengatakan pengerjaan proyek yang terletak di Jalan Berastagi, sudah berlangsung selama dua pekan. Akan tetapi masyarakat kecewa, soalnya lapisan batu kerikil telalu tipis. adahal jalan tersebut bakal di lalui oleh mobil-mobil truk pengangkut hasil pertanian. 
Menurut Dugel, muatan truk yang beratnya mencapai tujuh ton akan mudah mengelupas lapisan kerikil, walaupun sudah disiram dengan ter aspal. 
Biasanya, pengerjaan lapen yang dia ketahui harus lebih dulu menimbun jalan dengan kerikil besar ukuran 3-5 sebagai lapisan bawah. Baru dilapis dengan kerikil yang berukuran lebih kecil. Ternyata, hampir seluruh volume kerikil di atas lapisan batu padas underlak hanya di timbun dengan lapisan batu kerikil kecil di campur sedikit batu kerikil besar. 
Ketika hal ini ditanyakan kepada mandor lapangan, sambil menunjukan bon dari panglong, sang mandor mengatakan bahwa memang ukurannya adalah batu kerikil 3-5. Tapi, apabila dilihat dengan mata telanjang ukuran batu 3-5 hanya sekitar 30 persen saja, lainnya adalah batu kerikil kecil. Ada kemungkinan pemborong sudah main mata dengan panglong penyedia batu. 
“Tidak mungkin kerikil yang dipecahkan dengan mesin. Ukurannya banyak lebih kecil,”katanya.
Dugel mengatakan masyarakat Kadangan bangga dengan Pemkab Simalungun yang mau membangun kampung mereka. Namun, sebagai pengguna manfaat dari pembangunan, mereka ingin jalan lapen tersebut dibangun sesuai standar mutu nasional, “Kami yakin biaya perhitungan belanja proyek pasti berdasarkan standar yang di tentukan” katanya. 
Beberapa hari lalu, ia bersama dengan para tokoh masyarakat bertemu dengan pengawas dari PU Bina Marga Simalungun yang datang meninjau. Pengawas mengatakan bahwa pembangunan proyek lapen tersebut sudah menyalahi aturan main. Anehnya, sampai saat ini pemborong tidak juga memperbaiki kesalahan itu. 
Oleh karena itu, ia minta kepada Pemkab Simalungun melalui Dinas Bina Marga, untuk mengevaluasi kinerja dari rekanan tersebut. Bila perlu, jangan dibayar kontraknya bila rekanan pemborong pelaksana tidak mau membongkar ulang pekerjaannya. 
“Pemkab harus berhati-hati memberikan proyek pada rekanan. Jangan asal pilih, pilihlah yang profesional. Kami tidak menghalangi pemborong ambil untung. Tapi, kalau begini pekerjaannya. pemborong curang dan menipu masyarakat dan kami tidak terima, kalau ternyata jalan tersebut hanya akan bertahan dalam hitungan bulan saja,"katanya lagi. Ia meminta seluruh instansi terkait turun kelapangan untuk meninjau.
Hal senada juga disampaikan oleh Pangulu Nagori Kandangan Ngadi. Dia berharap kepada pemborong pelaksana untuk membangun jalan di Kandangan dengan sesuai dengan bestek dan permintaan dari masyarakat “Soalnya ini adalah jalan penghubung antara Kandangan dengan Nagori Talun Rejo” katanya. 
Kadis PU Bina Marga Simalungun J Gurning ketika dikonfirmasi melalui selular mengatakan akan menanyakan masalah tersebut kepada bawahannya yang dihunjuk sebagai PPK (pejabat pembuat komitmen) “Nanti saya tanya dulu dengan PPK nya ya” kata Gurning. (Sirait)

Related

Simalungun 4117180888775225678

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item