Sejumlah Jurnalis Desak Polisi Usut Pemukulan Jurnalis
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/10/sejumlah-jurnalis-desak-polisi-usut.html
Pematangsiantar, (ABP)
Puluhan wartawan yang bertugas di wilayah Pematangsiantar mendatangi Kantor Polres Pematangsiantar, Senin (6/10/2014). Mereka mendesak polisi agar segera mengusut kasus kekerasan yang dialami Parlindungan Pangaribuan, salah seorang wartawan harian lokal Simantab pada Jumat pekan lalu.
![]() |
| Ilustrasi (int) |
Rombongan wartawan ini disambut oleh Humas Nuriaman Ray Rangkuti, yang mengaku tak bisa menjawab apa-apa. "Ini kan bukan seperti makan kerupuk, Pak. Laporannya kan kami periksa dulu. Kami kan harus mempelajari dulu," katanya.
Nuriaman mengaku, baik Kapolres, Wakapolres, dan Kasat Reskrim yang hendak dijumpai wartawan, sedang ada urusan dan belum bisa ditemui. "Bukan apa-apa. Mereka ada urusan. Kasat lagi rapat. Gak bisa aku manggil," katanya.
Kan sudah tiga hari? "Malu kita nanti kalau kita paksakan. Kalau kasus ada kan gak langsung selesai. Ada juga kasus dua bulan baru bisa. Tapi bukan untuk kasus kalian ini ya," katanya.
Kan pihak bapak yang menangani?
"Mereka ada agenda. Ada rapat. Saya gak punya kewenangan untuk itu. Tunggulah dulu. Kalian kalau mau nunggu di sini, terserah," katanya.
Setelah ditunggu beberapa saat, Kasat Reskrim AKP Jarosman Sinaga pun keluar. "Apa yang jadi permintaan kalian, pasti kami proses. Soal pemukulan yang terjadi di hadapan siswa, nanti akan kita serahkan ke pihak yayasan," katanya.
Disinggung soal sulitnya mencari saksi, Jarosman membantah. "Gak mungkin. Pasti bisa itu. Kalau dia (korban) ada melihat laporkan aja," katanya. Bagaimana soal adanya anak-anak yang melihat? "Bisa. Sepanjang dia menyaksikan. Begitu ada LP, petugas kita langsung ke lapangan," katanya.
Jarosman pun menargetkan akan menyelesaikan proses pemeriksaan dalam minggu ini. "Seminggu ini. Pokoknya bagaimana itu prosesnya kita pantau. Kalau memang ada polisi yang bilang itu sulit, akan kita tindak," katanya.
Seperti diketahui, Jumat (3/10), Parlindungan Pangaribuan mengalami pemukulan oleh satpam Yayasan Sultan Agung saat ia hendak menjemput anaknya. Peristiwa pemukulan bermula saat ia hendak memotret kemacetan di depan halaman sekolah. Satpam yang bertugas saat itu tak senang terhadapnya dan memukulnya.(whn/tbm)

Posting Komentar