Sepeda Motor Petugas Boarding Pass KNIA Raib Di Parkiran
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/sepeda-motor-petugas-boarding-pass-knia.html
Kuala Namu(ABP)
Beginilah caranya PT Angkasa Pura Solusion ( APS) sebagai pengelola parkir KNIA mengenakan biaya parkir Rp 2000 kepada setiap pengendara sepeda motor, namun belum menjamin sepeda motor yang diparkiran KNIA
baik parkiran A maupun parkiran B tidak akan hilang dari parkiran.
| Takwin Aris Gea |
Bahkan bila sepeda motor rusak maupun hilang maka pihak PT APS sebagai pengelola parkir di KNIA tidak akan mengganti rugi.
Padahal beberapa bulan terakhir sering terjadi aksi pencurian sepeda motor di KNIA yang
diduga ada keterlibatan orang dalam.
Seperti dialami Takwin Aris Gea ( 24) warga Desa Sidourip Kecamatan Beringin, yang harus kecewa akibat PT APS sebagai pengelola
parkir KNIA tidak mau bertanggungjawab atas hilangnya sepeda motor miliknya.
Berdasarkan keterangan Aris yang ditemui pada Rabu ( 3/9) sekira pukul 15.30 Wib.
Bahwa peristiwa hilang sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam BL 6731 UK miliknya diketahuinya pada Jumat sekira pukul 01.00 Wib di parkir A KNIA.
Saat itu, Aris yang juga bekerja di KNIA sebagai petugas boarding pass masuk shif malam akan mengambil bontot yang diletakkannya di dalam bagasi sepeda motor yang setiap hari dikendarainya untuk bekerja.
Namun Aris harus kecewa saat melihat sepeda motor yang diparkirkannya di parkiran A KNIA tidak ada lagi di tempat semula.
Aris yang sudah bekerja sejak bandara bertaraf internasional itu beroperasi pun mencoba mencarinya di sekitar parkiran A KNIA.
Namun dirinya tidak kunjung menemukan sepeda motor miiknya.
Aris pun melaporkan hilangnya sepeda motor miliknya kepada dua orang petugas parkir yang sedang berada di pos jaga parkir A masing-masing Sutrisno dan Wahyu.
Namun Aris semakin kecewa setelah dua petugas itu tidak mengetahui siapa yang mengambil sepeda motor miliknya.
Dirinya pun menjelaskan kepada kedua petugas itu bahwa sebelumnya sekira pukul 21.00 Wib, ianya memakirkan sepeda motornya di parkiran A namun saat akan mengambil bontot diparkir disepeda motor dianya tidak menemukan lagi sepeda motornya.
Dia pun sudah mencoba mencari sepeda motornya di sekitar parkiran A namun tidak menemukannya ,” kecewa aku dengan kedua petugas itu, tidak tahu mereka siapa yang ngambil sepeda motorku padahalkan orang itu yang berjaga. Padahal setiap kendaraan yang akan keluar dari parkiran pasti akan menunjukkan karcis parkir ,” ungkapnya.
Lanjut Aris bahwa dirinya tidak habis pikir bagaimana sepeda motor miliknya bisa hilang dari parkiran, padahal setiap akan
keluar dari KNIA pasti petugas pos pembayaran karcis yang berada di
pintu keluar meminta karcis parkir kepada pengendara sepeda motor,” aku gak tahu kok bisa sepeda motorku diambil sama pencuri, padahal karcis parkirnya ada sama aku, apa petugas pos pembayaran karcis parkir tidak meminta karcisnya.
Apa ada permainan antara pelaku dengan petugas parkir ,” ungkapnya.
Aris yang tidak mau sepeda motornya hilang begitu saja pun membuat laporan ke petugas Polsek Beringin setelah pulang
kerja.
Berdasarkan laporan itu, petugas pun melakukan penyelidikan.
Dari hasil rekaman CCTV yang berada di pintu keluar bandara diketahui bahwa pelaku memiliki ciri-ciri postur badan sedang dan tinggi menggunakan jaket lee biru warna biru memakai helem tertutup warna hitam keluar dari pintu keluar bandara KNIA sekira pukul 00.22 Wib.
Aris pun mengungkapkan kalau sepeda motor hilang dari parkiran KNIA sudah sering terjadi,” bahkan sebulan yang lalu juga terjadipencurian sepeda motor di parkiran KNIA,” ungkapnya.
Singkat cerita , setelah lima bulan lebih setelah sepeda motornya hilang Aris pun mendatangai kantor APS di pintu keluar KNIA
pada Rabu ( 3/9) sekira pukul 13.30 Wib untuk menanyakan tanggungjawab APS.
Saat berada di kantor APS dirinya pun menemui asisten manajer Sadar Tarigan.
Aris pun menanyakan apa tanggungjawab APS atas
hilangnya sepeda motor miliknya di parkir A KNIA.
Betapa kecewanya Aris saat mendengar perkataan Sadar Tarigan bahwa tidak ada tanggungjawab dari APS atas kehilangan sepeda motor Aris,” tidak ada tanggungjawab dari APS, yang ada hanya tanggungjawab moral ,” ungkap
Aris menirukan perkataan Sadar Tarigan dengan nada kecewa.
Aris pun mengungkapkan dirinya curiga adanya permainan orang dalam hilangnya sepeda motor miliknya. Kecurigaan Aris bukan tanpa alasan, pasalnya Sutrisno dan Wahyu sudah tidak bekerja lagi sebagai petugas parkir KNIA.
Selain itu Aris pun mengaku kecewa
dengan pihak APS yang tidak mau bertanggungjawab atas hilangnya sepeda
motornya ,” aku sangat kecewa dengan APS yang tidak mau bertanggungjawab seperti mengganti rugi atau solusi apalah.
Padahal
hilangnya sepeda motorku bukan salahku soalnya karcis parkir masih ada sama aku saat kejadian dan sekaran sudah aku serahkan kepada petugas Polsek Beringin sebagai bukti,” ungkapnya.
Sementara itu manajer APS Maryono membenarkan bahwa tidak ada tanggungjawab atau ganti rugi APS jika sepeda motor yang diparkir di parkiran KNIA rusak atau hilang, sesuai yang tertulis di papan pengumuman yang ada di parkiran,” tidak ada ganti rugi jika terjadi
kerusakan atau kehilangan kendaraan yang diparkir di parkiran KNIA.
Jika ada kehilangan silahkan lapor ke Polisi agar petugas kepolisian yang melakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Saat ditanya pengamanan yang dilakukan di parkiran KNIA, Maryono mengungkapkan bahwa APS telah melakukan pengamanan maksimal selain itu setiap pengendara yang akan
keluar harus menunjukkan karcis parkir kepada petugas di pos pembayaran karcis.
Disinggung adanya peraturan jika tidak dapat menunjukkan karcis parkir maka pengendara akan didenda Rp 30 ribu, dapat digunakan sebagai celah untuk pelaku pencurian bisa keluar dari pintu keluar bandara meski tidak memiliki karcis parkir , Maryono membantahnya.
Dirinya pun menjelaskan jika pengendara tidak dapat menunjukkan karcis parkir maka pengendara harus dapat menunjukkan STNK dan membayar biaya administrasi Rp 30 ribu baru bisa keluar, jika tidak ada STNK maka si
pengendara dan kendaraannya akan diserahkan kepetugas polisi.
Dirinya juga membantah jika ada petugas parkir yang terlibat dalam pencurian kendaraan di parkiran,” jika ada petugas parkir yang terlibat didalam aksi pencurian di parkiran maka akan dipecat.
Terkait biaya parkir yang dikenakan bagi pengendara digunakan untuk penyediaan fasilitas parkir ,” ungkapnya.
Terpisah Kapolsek Beringin AKP Iwan Kurnianto SH membenarkan laporan Aris di Polsek Bringin,” petugas masih melakukan
penyelidikan terkait laporan hilangnya sepeda motor korban ,” ungkapnya. (KK./Adis)
Posting Komentar