Oknum Wartawan Harian Andalas Jadi Ceritaan di DPRDSU
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/oknum-wartawan-harian-andalas-jadi.html
Medan(ABP)
Ternyata bukan hanya di pentas politik saja ada tokoh yang disebut sebagai tokoh politik, dikalangan wartawan juga seperti ada yang menjadi tokoh wartawan yang terpopuler. Ingin tau siapa dia ? Redaksi Anak Bangsa Post menurunkan Tim-nya untuk mencari tau siapa tokoh yang menjadi ceritaan yang bagaikan terpopuler itu berikut liputan khusus dibawah ini.
Pria yang berpenampilan parlente kalau berbicara dan berpidato memang pantas dapat diacungkan jempol. Karena, dari lagak dan gayanya tatkala lagi berbicara memang diakui berkualitas, apalagi kalau berpidato nada bahasanya penuh nada diplomasi dan bahkan mengandung sejuta artian tak terbacakan.
Maklum pria necis berpostur tubuh gemuk pendek itu merupakan jebolan Fakultas Tarbiyah dari Universitas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, dia adalah berinitial Drs. Agus Salim Ujung bekerja di koran Harian Andalas sebagai wartawan dan bertugas di DPRD Sumut.
Belakangan ini Drs. Agus Salim Ujung kembali jadi ceritaan dari sebelumnya dulu juga kerap menjadi buah bibir dikalangan para kulitinta, karena kebiasaannya dalam hal soal uang bagi-bagi dari dinas tertentu, selalu menciptakan suasana yang tidak kondusif dan berujung gunjingan hangat.
Apalagi dengan terkuaknya permainan dia yang menerima kucuran dana sebesar Rp 15 Juta dari Biro Keuangan Pemprovsu kepada sekelompok wartawan di DPRD Sumut , Senin (8/9) kemarin saat sidang Paripurna DPRD Sumut bukan kepalang tanggung ceritaan orang tentang dirinya.
Dimana-mana tempat Drs. Agus Salim Ujung jadi ceritaan termasuk dia didatangi beberapa orang wartawan untuk minta bagian dari hasil kucuran dana Biro Keuangan Pemprovsu tersebut, apalagi di kantin gedung dewan terhormat itu Drs. Agus Salim Ujung jadi bahasan bagai mengalahkan konstalasi politik gerakan barisan merah putih yang ingin pemilihan KDH di pilih lewat DPRD tidak dipilih secara langsung.
Mengapa keberadaan diri Drs. Agus Salim Ujung menjadi ceritaan orang banyak dan bagaikan jadi tokoh wartawan terpopuler belakangan ini. Ternyata tak lain karena pengakuannya kepada para wartawan yang mendatanginya.
Seperti pengakuan Drs. Agus Salim Ujung, "Ya saya ada menerima uang sekitar Rp 15 juta dari orang suruhan Kepala Biro Keuangan Pemprovsu. Uang tersebut saya terima dan tanpa ada tanda tangan atau kwitansi," ujar Drs. Agus Salim Ujung kepada beberapa wartawan DPRD Sumut.
Pernyataannya tersebut jadi bahasan wartawan unit DPRD Sumut setelah dikonfirmasi kepada Drs. Agus Salim Ujung kalau uang sebesar Rp 15 juta itu akan diberikan kepada 22 wartawan DPRD Sumut sesuai daftar yang diberikan kepada Kabag Biro Keuangan Pemprovsu Mul.
Cerita tentang diri Drs. Agus Salim Ujung terus semakin hangat bagaikan mengalahkan gosip cerita selebritis. Drs. Agus Salim Ujung disebut dalam prakteknya menerima uang dari orang suruhan Kabag Keuangan Pemprovsu Mul , Senin (8/9) sore itu membawa uang tersebut kesuatu tempat dan memberikannya kepada salah seorang wartawan harian Medan, juga untuk dibagi -bagikan kepada sekelompok wartawan di DPRD Sumut dengan rincian per orang Rp 500 ribu .
Praktek Drs. Agus Salim Ujung melakukan “ korupsi” yang dilakukan bersama kroni-kroninya ini membuat sejumlah wartawan DPRD Sumut berang.
"Bagaimana mungkin kami mau menerima Rp 500 ribu dari Drs. Agus Salim Ujung.Sementara uang sebanyak tersebut 'ditilep' oknum yang mengaku -ngaku koordinator wartawan DPRD Sumut tersebut," ujar kalangan wartawan DPRD Sumut Nada geram.
Selain itu juga Drs. Agus Salim Ujung juga ngaku kepada beberapa wartawan kalau dia khilaf . Sementara salah seorang wartawan yang juga ngaku-ngaku sebagai bendahara dari Drs. Agus Salim Ujung juga menerima uang sebesar Rp 1 juta, sedangkan selebihnya wartawan lainnya diberikan Rp 500 ribu dan kabarnya sepakat tidak mau menerima uang dari Drs. Agus Salim Ujung dan akan meminta pertanggungjawaban dari oknum wartawan tersebut.
Kalangan wartawan DPRD Sumut menghimbau kepada seluruh SKPD sejajaran Pemprovsu, untuk tidak melayani oknum mengaku sebagai kordinator wartawan Unit DPRD Sumut, karena persoalan kucuran dana dari Biro Keuangan Pemprovsu akan terus dipersoalkan.
Namun dalam kaitan ini kalangan wartawan DPRD Sumut juga, tetap meminta kepada pihak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas aliran uang 'siluman' berasal dari Biro Keuangan Pemprovsu yang diperuntukan kepada sekelompok wartawan di gedung rakyat tersebut. (Tim)

Posting Komentar