Nasionalisme Pejabat USU Dipertanyakan
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/nasionalisme-pejabat-usu-dipertanyakan.html
DPD LSM TUMPAS Medan Buka Posko Pengaduan
Medan(ABP)
Berbagai indikasi ketidakberesan yang melanda Panitia Penerimaan mahasiswa baru USU 2014/2015, ditambah keberadaan universitas dijejali hingga 800an mahasiswa asing hingga Juli 2014 lalu, membuat keprihatinan mendalam bagi LSM TUMPAS Kota Medan.
Keprihatinan Ketua DPD LSM TUMPAS Medan, Fadjrinur ST, itu, makin bertambah dengan adanya keberatan salahsatu mahasiswi pasca sarjana Psikologi USU, Olga Septiani S, yang mengaku berkas jawabannya hilang saat ujian.
Keseluruhan kondisi tadi, membuktikan adanya ketidak beresan dalam organisasi Panitia Lokal Penerimaan Mahasiswa baru USU, dan memposisikan diragukannya nasionalisme para pejabat di universitas yang katanya menjadi kebanggan rakyat Sumatera Utara tadi.
Padahal sebut Fadjri dengan adanya petunjuk teknis DIrjen DIKTI tentang persentase mahasiswa asing yang tidak boleh melampui angka 10% dari jumlah mahasiswa fakultas, serta kuota jumlah mahasiswa Fak Kedokteran USU dengan Akreditasi A sebanyak 250 orang, yang belakangan dipertegas surat DIKTI tertanggal 5 Agustus 2014 jika kuota mahasiswa Fak. Kedokteran USU hanya 180 orang.
Maka harusnya tidak aka nada jejalan mahasiswa asing di USU.
Fadjrinur mengatakan dirinya tidak apriori kepada para mahasiswa asing, hanya saja dirinya merasa sangat berduka dengan adanya kesan diskriminasi dari para pejabat USU terhadap bangsa sendiri, terutama mereka yang ingin kuliah di Fak. Kedokteran.
Padahal lanjutnya, ribuan peminat di FK. Kedokteran USU itu, juga mampu membiayai kuliah mereka secara penuh, seperti kebijakan terhadap mahasiswa asing.
“Buktinya dari 25 bangku kursi mandiri Fak. Kedokteran, dan belakangan hanya dipenuni panitia sebanyak 24 mahasiswa, terdapat lebih dari 3000an peminat. Jadi apa dasarnya pihak rektor dan panitia tidak member I kesempatan kepada anak bangsa RI, dan malah mementingkan gemuknya jumlah mahasiswa asing”, keras Fadjrinur ST.
Karenanya atas dasar berbagai pertimbangan tadi, DPD LSM TUMPAS Kota Medan membuka posko pengaduan mahasiswa korban USU, khususnya mereka yang mendaftar di UMB PT Jalur Mandiri PT USU 2014/2015, terutama di Fak. Kedokteran.
Pihaknya sebut Fadjri, akan minta panitia lokal penerimaan dan rektor membuka rangking hasil ujian keseluruhan peserta, termasuk alasan dari kuota 25 orang mahasiswa Fak. Kedokteran mengapa tidak terpenuhi, dan hanya menerima 24 orang mahasiswa.
“Kita akan segera menyurati Ombusdman RI Perwakilan Sumatera Utara, KPID Sumatera Utara, dan minta agar USU segera membuka data-data dan dokumen tadi kepada publik, termasuk proses ujian Olga Septiani, salahasatu mahasiswa terbaik di USU, tapi dinyatakan tidak lulus dalam ujian Pasca Sarjana”, lugas Fadjrinur ST.
Fadjrinur juga mengakan pihaknya akan segera minta KPK dan Kejagung untuk membuka kebobrokan panitia penerimaan mahasiswa baru USU priode 2010-2014, hingga terdapat 800an mahasiswa asing, yang jelas-jelas melanggar persentase mahasiswa asing setiap tahun di Fak. Kedokteran.
Para petinggi USU sebelumnya, seperti Rektor Syahril Pasaribu dan Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Zulkifli Nasution, membantah terjadinya pelanggaran terhadap persentase jumlah mahasiswa asing.
Lewat Humas Bisru Hafie, keduanya bersikukuh jika setiap tahunnya USU tidak sampai menerima 40an orang mahasiswa asing di USU, bahkan rata-rata hanya 25orang setiap tahunnya.
Namun pernyataan Syahril dan Zulkifli lewat Humas Bisru Hafie, ketika temu pers Fak. Farmasi menerima penghargaan internasional beberapa waktu lalu, bertolak belakang dengan jumlah mahasiswa lokal dan mahasiwa asing yang ada di Fak. Kedokteran berdasarkan Nomor Induk Mahasiswa.
“Nanti akan saya klarifikasi sikap Ketua Panitia, dan mohon pertanyaanya juga diteruskan kepada beliau:”, sebut Bisru lewat pesan SMS kepada wartawan, saat konfirmasi ulang, Rabu malam(17/09).(yan)

Posting Komentar