Leher Pedagang Madu Diikat Tali dan Diarak ke Mapoldasu
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/leher-pedagang-madu-diikat-tali-dan.html
Medan (ABP)
Dengan kondisi wajah babak belur, leher diikat tali, Romi (22) dan Dasril (37) warga Jalan Bromo Lorong Kromo Kecamatan Medan Denai diantarkan warga ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, Sabtu (27/9/2014).
![]() |
| internet |
Pasalnya, kedua pria pedagang madu tersebut tertangkap warga diduga hendak mencuri sepeda motor di Jalan Sisingamangara Km 11,11 Kelurahan Bangun Mulia Kecamatan Medan Amplas.
Pria bermarga Tarigan yang merupakan warga setempat mengatakan, bahwa keduanya berpura-pura menjual madu di salah satu warung di lokasi kejadian.
" Orang itu ada dua, yang satu pura-pura nawarkan madu dan satu lagi menggeser kereta. Untung saja, warga lainnya melihat dan langsung meneriaki maling, sebab kereta kawan itu sudah mulai bergeser,"ucapnya yang diamini warga lainnya.
Hal senada dikatakan warga lainnya, Sugimin."Didaerah itu sudah sering kehilangan kereta, makanya kami trauma dan langsung meneriaki maling, apalagi kami temukan kunci T di sekitat lokasi. Karena itu, warga lainnya langsung memukuli keduanya.Takut terjadi apa-apa, keduanya kami bawa kemari (SPKT) Poldasu," bebernya.
Sementara kedua pedagang madu tersebut mengatakan bahwa mereka tidak ada mencuri kereta. "Kami hanya mau menawarkan madu kepada ibu yang punyai kedai itu dan tidak ada niat mencuri. Waktu itu, keadaan lagi hujan, jadi kami berteduh lalu si Romi ku suruh menawarkan madu ke warung dipinggir jalan dan disitulah dia diteriaki maling oleh warga. Kemudian si Romi datang samaku dan kami dua dipukuli warga,"beber Dasril.
SPKT Poldasu yang menerima kasus tersebut langsung menghubungi Polsek Patumbak. Beberapa menit kemudian, kedua pelaku diboyong ke Polsek Patumbak."Masih diperiksa, apakah mereka benar mencuri atau hanya berteduh saja, beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan," tandas Kapolsek Patumbak, Kompol Andiko Wicaksono.(ces)
Sementara kedua pedagang madu tersebut mengatakan bahwa mereka tidak ada mencuri kereta. "Kami hanya mau menawarkan madu kepada ibu yang punyai kedai itu dan tidak ada niat mencuri. Waktu itu, keadaan lagi hujan, jadi kami berteduh lalu si Romi ku suruh menawarkan madu ke warung dipinggir jalan dan disitulah dia diteriaki maling oleh warga. Kemudian si Romi datang samaku dan kami dua dipukuli warga,"beber Dasril.
SPKT Poldasu yang menerima kasus tersebut langsung menghubungi Polsek Patumbak. Beberapa menit kemudian, kedua pelaku diboyong ke Polsek Patumbak."Masih diperiksa, apakah mereka benar mencuri atau hanya berteduh saja, beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan," tandas Kapolsek Patumbak, Kompol Andiko Wicaksono.(ces)

Posting Komentar