Hendak Putus Sambungan Listrik Tertunggak, Oknum LSM di Amuk Massa
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/lakukan-pemutusan-sambungan-listrik.html
Perdangangan (ABP)
Rendi Tampubolon (52) warga Nagori Bah Gunung, Kecamatan Bandar Huluan, nyaris diamuk massa yang berjumlah puluhan orang.
Info dihimpun saat Rendi yang merupakan ketua LSM Gasip mendapat perlindungan keamanan pihak kepolisian di Mapolsek Perdagangan, Rabu (24/9/2014) sekira jam 17.00 WIB.
| Randy Tampubolon |
Kejadian yang dialami Rendi ini bermula saat akan melakukan pemutusan instalasi sambungan listrik milik T. Tambunan, warga Kelurahan Pematang Bandar, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun.
Informasinya sekira jam 14.00 WIB,
Rendi bersama dua rekannya yakni Ferry Sirait (20) dan Amry (20) warga Huta Gondangan Rejo, Nagori Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, datangi rumah T. Tambunan dengan membawa surat perintah dari PT PLN Cabang Perdagangan, untuk melaksanakan pemutusan sambungan listrik dikarenakan sudah menunggak selama 4 bulan.
Kemudian, sewaktu Rendi melakukan negosiasi dengan pemilik rumah. Tanpa diduga, puluhan orang tanpa jelas diketahui motifnya datang menyerbu ke rumah yang instalasi listriknya akan diputus dan langsung mengeroyok Rendi, hingga akhirnya petugas kepolisian yang mengetahui kejadian tersebut membawanya ke Pos Polisi Simpang Kerasaan guna mendapatkan pengamanan, seterusnya dibawa ke Polsek Perdagangan.
Di Polsek Perdagangan, Fery Sirait mengatakan saat itu antara Rendi dan pemilik rumah sempat berdebat, tak lama datang dua orang yang berjalan kaki sambil menyebutkan itu orang LSM dan anggotanya, kemudian disusul puluhan warga lain yang mengendarai sepedamotor menyerang.
"Orang itu mengatakan, ini orang LSMnya, tapi kami tidak diapa-apakan. Salah satu diantara mereka bilang dua orang ini anggotanya yang baru jadi enggak tahu apa-apa," ucapnya saat ditanyai.
Ia mengatakan, bahwa saat itu massa yang datang jumlahnya semakin ramai mencapai ratusan orang. Dan, ia juga tidak mengetahui apa yang menjadi pemicu permasalahan ini sehingga warga mengamuk.
"Kami enggak tahu masalahnya bang, cuma itu aja kata yang keluar dari orang itu.
Waktu kami diamankan di Pos Kerasaan orang kampung itu juga sempat mengejar bang Rendi," jelas Fery yang juga supir angkot.
Kepada petugas Polsek Perdagangan, Rendi mengaku bahwa ia resmi dihunjuk dilengkapi dengan surat tugas resmi dari pihak PT. PLN cabang Perdagangan, untuk melaksanakan tugas pemutusan sambungan listrik di rumah milik T Tambunan.
Selain itu, ia juga tidak mengatahui mengapa massa melakukan pengeroyokan kepadanya dan mengenal beberapa orang yang menganiayanya.
Tampak jelas terlihat, akibat amukan massa tersebut Rendi mengalami luka pada batang hidung dan juga luka di jari tangannya. Namun, saat dimintai keterangan ia enggan berikan tanggapan.
Hingga pukul 19.00 WIB tak satupun masyarakat yang datang mengadukan permasalahan tersebut. Dan, Rendi bersama dua rekannya masih berada di Mapolsek Perdagangan untuk dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.
Sementara, Erfi selaku Manager PLN Cabang Perdagangan, dihubungi melalui selularnya mengaku sedang berkendara dalam perjalanan menuju kota Pematang Siantar mengatakan bahwa, benar Rendi sebagai pihak yang diutus untuk memutus sambungan intallasi listrik tertunggak.
"Iya sebagai mitra kerja selama ini benar dia kami tugaskan untuk memutus sambungan listrik menunggak lebih dari 3 bulan lamanya.
Ada sekitar 200-an sambungan yang akan ia kerjakan di wilayah kerja kami, maaf saya lagi di kendaraan menuju ke siantar, untuk lebih jelasnya besoklah kita jumpa ya," terangnya mengakhiri. (Sal)
Posting Komentar