Melirik Sosok Anggota DPRD Sumut HM.Nezar Djoeli,ST
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/melirik-sososk-anggota-dprd-sumut.html
Masuk Politik Ingin Bangun Sistem Pembangunan
Medan, (ABP)
Banyak jalan menuju Roma, ungkapan ini pas untuk salah seorang anggota DPRD Sumut yang baru dilantik Kamis (25/9/2014).
Karena setelah dua priode gagal menjadi anggota DPRD Kota Medan, akhirnya memberanikan diri untuk pindah ke Partai Nasional Demokrat (NasDem), partai yang menggaungkan perubahan di Indonesia beberapa tahun lalu.
Sampai akhirnya terpilih dan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut sebagai anggota DPRD Sumut priode 2014-2019 setelah melewati persaingan ketat di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 1 bebebera bulan lalu.
Setidaknya, perjuangan keras yang dilakoni wakil rakyat satu ini bisa dijadikan suri teladan bagi politisi lainnya, yang mungkin belum mendapatkan keberuntungan meraih kesuksesan.
Itulah HM.Nezar Djoeli, ST, yang kini disebut-sebut memiliki aura perubahan dalam mengawal pembangunan di Sumut.
Namun begitu, ia tidak langsung membusungkan dada sebagai wakil rakyat dan melupakan konstituen (pemilih) nya.
Sebab menjadi anggota DPRD Sumut merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dipertanggungjawabkan dikemudian hari.
Mengaku terjun ke dunia politik mulai tahun 1998 akibat tertarik dengan langkah Amin Rais yang kerap menyuarakan reformasi di Indonesia. Ia pun langsung dipercayakan sebagai ketua sayap partai di Kecamatan Medan Kota selama dua priode.
Namun berkat wejangan ayahnya asal dari Aceh dan ibu bermarga Siegar yang mengisyaratkan agar tak pernah mengenal kata menyerah, akhirnya ia tetap berkubang dalam perpolitikan.
"Kesuksesan saya menjadi anggota dewan juga berkat bimbingan H.Ali Umri, selaku Ketua NasDem Sumut.
Dari mantan Walikota Binjai itulah saya banyak belajar bagaimana menyikapi perkembangan politik di Indonesia, terutama Sumut. Saya juga sempat menjadi Bendahara DPD Partai NasDem Sumut," kata Nezar, begitu biasa ia disapa.
Membangun Sistem
Bagi Nezar, masuk dunia politik karena ia ingin membangun sistem pembangunan yang ada di Sumut, khususnya dibidang birokrasi.
Lihat saja hingga kini masih terjadi tumpang tindih dalam pembangunan di kota Medan. sebentar tanah dikorek untuk saluran air minum, menyusul telepon dan lainnya setelah perawatan jalan dilakukan.
"Yang rugi kan rakyat, jadi tak nyaman lagi berkendaraan akibat jalannya tak mulus lagi.
Padahal dana untuk perbaikan jalan sudah diberikan pihak instansi terkait. Lihat saja jalan di kawasan Gaharu, baru diperbaiki tapi sudah dirusak untuk membangun infrastuktur lainnya,"katanya seraya menambahkan, bahwa ia juga memiliki target selama menjadi wakil rakyat, yakni katakan yang benar jika benar, dan salah jika salah.
Saat ditanyakan tentang permasalahan 700 kasus tanah yang tidak pernah terselesaikan hingga kini, Nezar menegaskan, bahwa salah satu solusinya adalah perlu dibentuk Pansus Tanah DPRD Sumut untuk menyelesaikan kasus tanah yang ada di Sumut.
"Pokoknya kinerja DPRD Sumut priode 2014-2019 bisa terjadi perubahan dan bahkan dapat menciptakan prestasi dari priode sebelumnya," tambah Nezar.
Apakah anda akan seperti dewan sebelumnya yang semula tegar, namun di tengah jalan akhirnya terkontiminasi sehingga membuat kepercayaan rakyat terhadap parlemen semakin berkurang, Nezar menegaskan, semuanya itu juga terpulang induk partainya. Kalau ia sendiri berjuang, itu tidak mungkin tanpa didukung partai lainnya.
"Saya berupaya tetap komit membela rakyat. Bagi saya, urusan cari makan ya tetap cari makan. Untuk mobil dan rumah saya juga sudah lama ada.Apalah arti sogokan dari pihak tertentu, tapi berujung dengan penderitaan rakyat. Kita tidak mau seperti itu," tegas Nezar.
Seperti diketahui dalam dunia usaha, Nezar kini dikenal pengusaha real estate di Kota Medan dan Biuerun Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Awalnya, ia berjualan baja ringan tahun 2004. Sampai akhirnya ia dipercayakan oleh salah satu produk dari Australia untuk Distributor Sumut-Aceh. Sedangkan dalam dunia properti, Nezar mulai tahun 2004 hingga kini.
Namun ia juga mengeluh akibat adanya kebijakan Menteri Perumahan yang tidak boleh mengijinkan seseorang harus memiliki satu unit rumah dengan fasilitas KPR. "itu akibatnya dunia properti lesu," pungkas Nezar. (vandey)
Posting Komentar