anakbangsapost

Gubernur Aceh: Moratorium Tambang Masih Berlaku

Banda Aceh,(ABP) 
Gubernur Aceh Zaini Abdullah menegaskan pihaknya hingga kini masih memberlakukan penghentian sementara (moratorium) pertambangan terutama bidang galian emas dan bijih besi sebagai upaya menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup di provinsi itu. 
"Moratorium pertambangan sudah menjadi komitmen kita dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup. Sumberdaya alam ini akan kita warisi untuk dimanfaatkan oleh generasi Aceh dimasa mendatang," katanya Gubernur Zaini di Banda Aceh, Rabu (6/9/2014). 
Hal tersebut juga pernah disampaikan Gubernur Zaini dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, yang diikuti sejumlah pejabat pemerintah sipil, militer dan kepolisian setempat awal Agustus 2314. Rapat tersebut juga membahas dan mencarikan jalan keluar terkait penanganan pencemaran limbah logam berat yang mengakibatkan matinya ikan dan tercemarnya air sungai di Krueng Teunom Kabupaten Aceh Jaya dan Krueng Meriam Tangse - Pidie. 
Gubernur Zaini Abdullah menyatakan prihatin disebabkan warga tidak melihat dampak negatif dari aksi penambangan emas dengan menggunakan bahan kimia berbahaya yakni merkuri (Hg) dan sianida. "Penggunaan merkuri secara bebas dan tanpa pengawasan pihak berwenang menyebabkan pencemaran air sungai dan tanah. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan hidup serta harus dilakukan langkah-langkah penanganan segera," ungkap Zaini. 
Merkuri (Hg) atau air raksa adalah logam berwujud cair, bila dipanaskan pada suhu 37 derajat celsius akan menguap. Para penambang emas tradisional menggunakan merkuri untuk menangkap dan memisahkan butir-butir emas dari bebatuan kecil. Gubernur juga meminta masyarakat tidak lagi melakukan penambangan emas tanpa izin karena di beberapa lokasi sudah mulai terjadi kerusakan lingkungan, pencemaran air, hutan rusak, udara tercemar dan kerusakan sarana jalan. 
"Ini sesuatu yang sudah dalam kategori darurat dan tidak bisa dibiarkan, itu merupakan masalah serius yang diperlukan penanganan segera," pungkas Zaini Abdullah menambahkan. (*/lan)

Related

BreakNews 9022568143852166856

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item