BPK RI Diminta Lakukan Audit Investigasi ke USU
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/bpk-ri-diminta-lakukan-audit.html
Jangan Jadikan USU Pabrik Pencetak Dokter Asing
Medan (ABP)
Kekeliruan data mahasiswa baru USU Jalur Mandiri S-1 UMB PT tahun ajaran 2014/2015 ikut test kesehatan 1. 182 ( seharusnya 1. 159), yang diralat universitas pada media cetak dan elektronik menyisakan bermacam pertanyaan.
Pasalnya, polemik kekeliruan pengisian data operator tersebut , malah membuka banyaknya kesenjangan yang terjadi. Apalagi dari 1. 159 mahasiswa lulus, cuma 1.003 mahasiswa yang test kesehatan.
Lantas hasilnya, 928 mahasiswa saja berhak mendapat Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Tingginya peserta lulus, tapi ingkar test kesehatan (156 orang) patut dipertanyakan. Karena untuk ikut ujian UMB PT, setiap peminat membayar tiket yang tidak murah sebesar Rp. 500 ribu.
Praktisi pendidikan- aktifis LSM-Indonesia Bangkit, Alfiannur Syafitri kepada wartawan menyebutkan, Minggu (7/09) universitas terkesan belum sepenuhnya menjalankan prinsip dan azas transparansi, yang merupakan konsekwensi lembaga pendidikan berbadan hukum BHMN.
Kesan itu diperoleh dari tata cara pengumuman mahasiswa lulus secara online, yang tidak menampilkan urutan data jumlah seluruh peserta ujian, rangking nilai, serta jumlah skor nilai tiap peserta.
Dan memposisikan peserta tahu dirinya lulus atau tidak lulus, dari sistem muncul atau tidak nama peserta dalam situs online.
Padahal papar Alfian lagi, USU sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga guna transparansi kinerjanya.
Tapi tidak dilanjutkan pada kebijakan pelaksanaan kinerja, seperti transparansi penerimaan mahasiswa baru, hingga kerjasama yang dilakukan sepertinya sekedar pencitraan belaka.
Saat ini tambah Alfian, USU dari 3 jalur penerimaan mahasiswa baru telah menampung 7. 484 mahasiswa baru S-1, dari kuota (daya tampung) SNMPTN, SMBPTN dan UMB PT sebesar 7 646. Berarti terdapat kekurangan calon mahasiswa S-1, sebanyak 162 mahasiswa dalam 3 jalur penerimaan itu.
Dikhawatirkan lanjut Alfian, bukan tidak mungkin kekurangan tadi ditambahkan kepada jumlah penerimaan mahasiswa asing pada Prodi Fak. Kedokteran, Fak. Kedokteran Gigi dan Fak. Farmasi.
“Bila 162 kursi kosong ini ditambahkan dalam jumlah penerimaan mahasiswa asing, otomatis kuota 10% mahasiswa asing dari jumlah mahasiswa fakultas yang menerima mahasiswa asing terlewati.
Dan bila kebijakan tersebut benar dilaksanakan, patut diduga USU lewat Panitia Pelaksana Lokal bertindak diskriminasi dalam sistim penerimaan mahasiswa baru, terutama terhadap calon mahasiswa warganegara sendiri.
Padahal dari kuota 1. 182 jalur mandiri, yang ikut ujian mencapai 3. 760 orang. Bahkan peminat Fak. Kedokteran jalur mandiri mencapai 775 orang, namun yang lulus hanya 24 orang (meski kuota 25 orang)”,heran Alfiannur Syafitri.
Alfiannur Syafitri menganjurkan, Badan Pemerika Keuangan (BPK RI )Perwakilan Sumatra Utara segera melakukan audit investigasi, jalannya penerimaan mahasiswa USU Ta. 2014-2015, seiring membludaknya jumlah mahasiswa asing .
Karena misi utama USU mencerdaskan bangsa sendiri, bukan pabrik untuk mencetak dokter asing setiap tahunnya.
“Dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini, USU menerima milyaran rupiah dana publik lewat biaya pendaftaran, SBMNPTN sekitar Rp. 5,9M , dan UMB PT sekitar Rp. 1,8M. Ada dasar BK RI melakukan autid investigasi”, tutup Alfiannur Syafitri.
Abaikan Peraturan
Dari catatan resmi USU yang dinyatakan Ketua Panitia Lokal USU.
Zulkifli Nasution dan Humas Bisru Hafie kepada wartawan, hingga Juni 2014 mahasiswa asing USU mencapai 868 orang, terdiri dari 609 di di Fak. Kedokteran dan 259 di Fak.
Kedokteran Gigi. Padahal menurut Bisru untuk tahun 2014-2015, kuota mahasiswa asing di Fak. Kedokteran USU hanya 25 orang(10%).
Dan dipertegas Zulkifli Nasution, jumlah penerimaan mahasiswa asing setiap tahunnya tidak melebihi angka 40 orang. Bila konsisten, angka mahasiswa asing diatas tentunya takkan teralisasi.
Seperti di Fak. Farmasi yang dalam Ta. 2014-2015 baru boleh menerima mahasiswa asing, ternyata sejak Ta. 2013-2016 telah menerima 6 orang mahasiswa asing, sesuai register NIM; 141501226, 141501227, 141501228, 141501236, 141501236, dan 141501237. (yan)

Posting Komentar