Mulai Dikawal Paspampres, Jokowi Bingung
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/08/mulai-dikawal-paspampres-jokowi-bingung.html
Pada Jumat malam telah dilakukan serah terima pengamanan
Jakarta(ABP)
Presiden terpilih Joko Widodo mengaku belum terbiasa dengan pengawalan ketat yang dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden.
"Hari ini saya sedikit bingung karena sudah dikawal Paspampres," kata Jokowi di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu 23 Agustus 2014 malam.
Menurut Jokowi, sebelum ada serah terima pengamanan dari Polri ke Paspampres, biasanya dia hanya didampingi oleh lima orang pengawal pribadi.
Dengan jumlah Paspampres yang jauh lebih banyak, Jokowi mengaku merasa kurang bebas bergerak.
"Biasanya kemana-mana bisa. Ke PKL, warung, rumah makan, bisa.
Sekarang hari ini agak aneh. Kok banyak sekali yang jaga," ujarnya.
Pada Jumat 22 Agustus 2014 malam telah dilakukan serah terima pengamanan untuk Jokowi.
Pengamanan yang sebelumnya dilakukan oleh Polri, telah diambil alih oleh Paspampres.
Tidak hanya mendapatkan pengawalan sesuai dengan standar prosedur pengamanan presiden,
Jokowi juga memperoleh fasilitas sebuah sedan Mercedes Benz dengan bernomor polisi B 1190 RFS. Mercy yang ditumpangi Jokowi langsung dikawal iring-iringan kendaraan Paspampres. Mereka mengikuti dari belakang, termasuk unit pasukan motor lengkap dengan senjata laras panjang.
Kemudian, di setiap perempatan dan persimpangan,
Paspampres dibantu oleh Satuan Polisi lalu lintas untuk memblokir jalan supaya jalur yang akan dilalui steril. Dengan prosedur seperti itu, tidak semua pergerakan Jokowi bisa diikuti oleh semua orang, termasuk oleh awak media.
Hal seperti itu tidak biasanya dan jarang terjadi.
Bahkan, ketika awak media ingin mengikuti Jokowi pada Sabtu 23 Agustus 2013 malam, di sekitar kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, tiba-tiba ada seorang petugas polisi lalu lintas yang mengendarai sepeda motor langsung memblokir rombongan awak media.
Supaya tidak mengikuti rombongan kepresidenan itu.
Polisi lalu lintas itu menyampaikan bahwa rombongan tidak boleh dibuntuti.
Padahal, pada saat itu ada info yang diterima, Jokowi hendak bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto. (vn)

Posting Komentar