anakbangsapost

Pohon Pelindung Jalan Rantauprapat Diduga Sengaja Dimatikan

Add caption
RANTAUPRAPAT - Sejumlah pohon berukuran besar dengan berbagai jenis yang berjajar hampir disepanjang jalan Sisingamangaraja Rantauprapat, diduga mati dibunuh.
Amatan dilokasi, Jumat (24/3/2017) persisnya berdekatan dengan jembatan Aektapa atau sekitar 50 meter dari simpang jalan Padat Karya, dua batang pohon yang tadinya rimbun, kini hanya tinggal ranting.
Saat ini, dua dari beberapa pepohonan yang tertanam dibahu jalan dan berfungsi sebagai penghijauan maupun tempat berteduh para pengemudi becak bermotor, telah mengering dan membahayakan.
Pengakuan sejumlah warga, mereka tidak mengetahui pasti apa penyebab matinya dua pohon Mahoni. Namun sejak berdirinya sejumlah ruko dijajaran pinggir jalan, satu demi satu mati dan akhirnya ditebang.
Menurut pengakuan warga sekitar, matinya pepohonan rindang secara berkelanjutan, disinyalir tidak mungkin tanpa sebab, terlebih pohon dilokasi yang tidak ada ruko, masih berdiri kokoh rindang.
"Kalau kami kira, itu sengaja dimatikan. Biasanya kalau tidak dikikis kulitnya, ya dikasi ravun batang bawahnya. Tapi anehnya, kenapa yang mati rata-rata tepat didepan ruko," ujar Fadli Nasution heran.
Kondisi kekinian lanjut warga, sangat bertolakbelakang dengan program pemerintah tentang penanaman ribuan pohon yang sering dilaksanakan. "Pemerintah menanam, sementara ada juga yang mematikan pohon," kesalnya.
Sehingga menimbulkan kesan bahwa sekelompok orang sengaja membunuh pohon apalagi yang dianggap menghalangi usahanya. "Karena dijalan lainnya tidak bermatian," curiga warga lagi.
Menanggapi itu, seorang anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Akhyar Parsaulian Simbolon meminta agar pemerintah melalui dinas terkait dapat mengambil sikap demi menjaga kelestarian pepohonan.
Kepada masyarakat luas, dia berharap agar secara rutin melakukan pengawasan guna mengetahui siapa oknum yang dengan sengaja membunuh pepohonan. Jika mengetahui, agar segera melaporkan kepada dinas setempat maupun kepada dirinya.
"Kalau tidak kita yang menjaganya, iapa lagi. Maka masyarakat harus proaktif sama-sama menjaga. Kepada instansi terkait juga lebih jeli melihat situasi ini. Jika dibiarkan, akan punah semua dan ini tidak baru terjadi," terangnya.
Sementara, Kepala PU dan Penataan Ruang Kabupaten Labuhanbatu, Hasan Heri, hingga kini belum berhasil ditemui guna konfirmasi. (azhar)

Related

Sumut 8759140658329338968

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item