Penjelajah Nusantara Menggunakan Becak Dari Kota Subulussalam
https://anakbangsapost.blogspot.com/2017/03/penjelajah-nusantara-menggunakan-becak.html
SUBULUSSALAM - Penjelajah nusantara dengan menggunakan becak khas Subulussalam telah kembali dari ekspedisi penjelajahannya selama tujuh bulan yang disambut dengan antusias warga dan Pemerintah Kota Subulussalam, Kamis, (23/3/2017).
Tiga orang warga Kota Subulussalam yang tergabung dalam komunitas Pemuda Pencinta Alam Subulussalam (KOMPAS), Amri Purnama, Joni dan Hendri Solin disambut diperbatasan Kota Subulussalam-Kabupaten Aceh Singkil oleh Komunitas Rambah Subulussalam (CORSA) pimpinan Deni Bancin dan sanggar etnic Pakpak pimpinan Dedi Bolang dengan pembinanya Nukman Suryadi Angkat serta komunitas lainnya.
Dalam penyambutan tersebut mereka diarak menuju Hotel Hermes One Subulussalam dengan pengawalan Lantas Polres Aceh Singkil. Setibanya di hotel Hermes One, mereka bak pahlawan dielu-elukan warga Subulussalam dan jajaran Pemerintah Kota Subulussalam yang kebetulan hari itu akan dilaksanakannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kota Subulussalam. Jajaran Pemerintah Kota Subulussalam dari unsur eksekutif dan legislatif begitu juga warga menyalami dan mengambil foto bersama dengan para penjelajah tersebut.
Sebagai tamu kehormatan dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kota Subulussalam yang saat itu dilaksanakan di aula Hotel Hermes one, ketiga penjelajah tersebut duduk ditempatkan bersama jajaran Kepala SKPK.
Pemerintah Kota Subulussalam secara resmi menyambut ketiga penjelajah nusantara tersebut di pendopo Walikota Subulussalam. Amri, Joni dan Hendri dipeusejuk dan diberi pakaian khas Subulussalam oleh Walikota Subulussalam H. Merah Sakti.
Sementara itu, H.Merah Sakti mengatakan dihadapan jajaran eksekutif, legisatif dan warga Kota Subulussalam yang turut hadir dalam penyambutan tersebut, merasa bangga dan kagum terhadap perjuangan dan tekad mereka untuk mengenalkan Kota Subulussalam kepada masyarakat Indonesia Se-Nusantara melalui ekspedisi dengan becak mesin khas Subulussalam.
Walikota akan selalu mensupport siapapun yang akan memperjuangkan Kota Subulussalam dengan karya dan potensinya untuk mengharumkan nama Kota Subulussalam. Bahkan ia berjanji ketiga penjelajah tersebut akan diberikan becak mesin masing-masing satu unit asalkan ketiganya membukukan dokumentasi selama ekspedisinya dan menghibahkan becak mesinnya kepada Pemerintah Kota Subulussalam, guna dijadikan nilai sejarah untuk dipajang di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Subulussalam.
Ekspedisi ini dilakukan atas dasar hasrat dan keinginan ketiga orang tersebut, Amri, Joni dan Hendri. Disamping itu juga ekspedisi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan Kota Subulussalam dengan segala potensi wisatanya kepada masyarakat nusantara, becak mesin tersebut dicat dan ditempel logo Kota Subulussalam.
Tiga orang penjelajah nusantara tersebut mengatakan, bahwa mereka selalu ingat akan pesan Walikota Subulussalam, H.Merah Sakti.SH, agar jangan meminta-minta dalam perjalanan. Ketiganya pernah menjadi nelayan di Pulau Aru, menjadi tukang las, menjadi buruh bangunan untuk menghidupi selama ekspedisi tersebut.
Sementara menurut Amri mengatakan bahwa kesan selama perjalanan tidak bisa disampaikan karena akan membutuhkan waktu yang lama. "Namun ada peristiwa yang sangat unik dan sangat terkesan ketika kami mau turun dari kapal laut saat tiba di Papua, ada keraguan kami untuk turun di bumi Papua karena beberapa pertimbangan. Karena yang mengatakan, untuk menurunkan becak dari kapal saja diminta bayar satu juta rupiah, namun berkat komunikasi yang baik dan dibantu oleh Warga Pribumi Papua kami hanya memberikan ongkos dua puluh ribu rupiah sebagai ucapan terima kasih dari saudara dari ujung barat Indonesia yaitu, Aceh," tutur Amri.
"Mereka sangat respek apa yang kami lakukan dan mereka juga akan membantu kami selama di Papua apabila ada kendala dalam ekspedisi di tanah Papua," tambah Amri.(Imran)
Posting Komentar