Desa Yang Hampir Terlupakan di Pinggiran Sungai Lae Souraya Subulussalam
https://anakbangsapost.blogspot.com/2017/02/desa-yang-hampir-terlupakan-di.html
SUBULUSSALAM - Akibat kurang tersentuh pembangunan, sebuah desa dipinggiran sungai Lae Souraya di Kota Subulussalam nyaris kembali ditinggalkan oleh warganya. Desa itu bernama Kuta Beringin, berada di Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam Aceh, desa tersebut seperti benar-benar dilupakan.
Sejak sekian lama, masyarakat Desa Kuta Beringin kurang merasakan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi mereka. Hingga saat ini, jalan lingkung desa dan jalan raya belum dibangun. Pasrah, masyarakat di desa tersebut beranggapan, apakah negara dan pemerintah sudah lupa?
Meski Desa Kuta Beringin ibarat kampong mati, masih terdapat sejumlah keluarga yang bertahan memilih tetap tinggal. Mereka berusaha bertahan karena menjaga kebun dan ladang. Beberapa rumah sudah ditinggakan pemiliknya hingga kosong. Sementara gedung sekolah dan poskesdes yang ditumbuhi tanaman liar sudah mulai hancur dimakan waktu.
Kepala Desa (Keuchik), Abidin Bako, saat ditemui dikediamannya, Rabu (22/2) mengatakan, bahwa desa tersebut masih dihuni sekitar 18 KK. Kini sebagian telah pergi ke desa lain dan ke kota untuk mencoba mencari tempat yang layak ditempati.
"Jangankan kami mau pergi jalan-jalan ke kota, untuk mengecam pendidikan buat anak-anak kami sangat sulit. Banyak anak-anak warga Desa Kuta Beringin ini yang putus sekolah. Contohnya, anak saya, walaupun saya Kepala Desa Kuta Beringin, tapi anak saya tidak bisa melanjutkan sekolah, putus sekolah. Hal itu terjadi karena jalan menuju desa lainnya sangat sulit dilewati, lewat sungai kita takut tiba-tiba banjir," tutur Kepala Desa.
Kades menambah, bahwa untuk mendapatkan sarana perawatan kesehatan warganya juga kesulitan. "Memang benar, di desa ini ada bangunan Poskesdes, tapi buat apa itu, kalau bidan dan tim medisnya tidak ada. Sama seperti gedung sekolah ada, tapi guru tidak ada. Berartikan sama dengan bohong," tambahnya.
Pada tahun 2015, pembangunan peningkatan jalan Desa Siperkas-Blukur yang melewati Desa Kuta Beringin pernah dilaksanakan, dengan anggaran lebih kurang Rp 26 milyar. Namun, sangat disayangkan, proyek pembangunan peningkatan jalan desa tersebut mangkrak, dan belum ada kelanjutannya hingga kini.
Masyarakat dipinggiran sungai Lar Souraya, Desa Kuta Beringin, berharap niat pemerintah dalam pengembangan pembangunan dalam segala sektor dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang menyentuh masyarakat bawah. Semoga pembangunan itu dapat sampai menyentuh Desa Kuta Beringin yang hampir terlupakan. (Imran)
Posting Komentar