anakbangsapost

IPAL-KOMUNAL IDB Tebingtinggi Dipaksakan

TEBING TINGGI - Proyek swakelola 9 titik IPAL-KOMUNAL dari dana Islamic Development Bank (IDB) di kota Tebing Tinggi terkesan dipaksakan. Dipaksakan di titik yang tidak prioritas, dipaksakan selesai di penghujung waktu tahun anggaran 2016, dipaksakan dikerjakan oleh orang yang tidak terlatih. 
Demikian Ketua KCBI (Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia) kota Tebing Tinggi, Marjuang Lumbangaol kepada wartawan, Senin di rumahnya, Senin (12/12/2016).
Menurut Marjuang secara tekns proyek IPAL-Komunal IDB tidak dapat dikategorikan jenis pekerjaan swakelola. Tidak merupakan pekerjaan yang bertujuan meningkatkan kemampuan teknis sumber daya manusia, tidak memiliki besaran, sifat, lokasi ata pembiayaan yang bukan diminati oleh penyedia barang/jasa, Proyek itu memerlukan perhitngan yang njlimet dan beresiko besar, buka berupa diklat, kursus, penataran, lokakarya ata penyuluhan, bukan proyek percontohan, bukan proyek survei, pemrosesan data atau permusan kebijakan pemerintah, pengujian laboratorium, dan pengembangan sistem tertentu.
Pelaksanaan swakelola oleh KSM yang ada di 8 kelurahan yaitu Bandar Sakti, Bandar Utama, Sri Padang, Mandailing, Satria, Pinang Mancung, Mekar Sentosa, Karya Jaya tidak profesional melaksanak kontrak terutama dalam penyediaan keperluan bahan, peralatan/suku cadang ata tenaga ahli. Demkian juga tidak cakap dalam melaksanakan detail rincian biaya, gambar rencana kerja, produk yang dhaslkan dan melaksanakan jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan. 
Padahal KSM harus mampu melakukan kaji lang dan pengukuran pada lokasi pekerjaan sesuai dengan gambar rencana kerja, mendatangkan dan mengatur tenaga kerja/tenaga ahli ntuk melaksanakan kegatan sesuai dengan jadwal.Sebagai syarat penting pelaksaan swakella oleh kelompok masyarakat adalah harus mampu melaksanakan pekerjaan secara teknis. pekerjaan konstruksi hanya dapat berbentuk rehablitasi sederhana dan renovasi sederhana, antara lain: pengecatan, pembuatan.penerasan jalan lingkungan.
Sementara hasil pantauan di lapangan, pekerjaan IPAL-Komunal IDB yang per satu pekerjaan berbiaya Rp 425.000.000 itu dimulai dengan pengerukan kedalaman tanah 3,5 meter di luas 32 meter, meski sudah menggunakan alat berat beko, tetap masih meleset. Pengerukan dan tanah yang dihasilkan menimbulkan masalah. Longsor dan air yang terlalu banyak menimbulkan masalah misalnya di hampir semua tempat. Terutama di Kelurahan Mandailing, bahkan Anto pengurus KSM mengeluh pekerjaan itu menghadapi rintangan karena tanahnya terlalu lembek sehingga longsor dan dekat sungai sehingga air tak dapat dihentikan. 
Peletakan batu pertama IPAL-KOMUNAL dana IDB
Bahkan bangunan MCK yang lokasinya dekat beresiko besar runtuh menimpa pekerja. Pekerjaan itu terlihat rawan risiko korban, Anto hampir putus asa mengerjakan proyek itu. "Pekerja kami tidak ada yang berlatarbelakang tukang, " ujarnya lirih. 
Kelurahan Pinang Mancung juga menghadapi masalah yang sama, demikian di areal Bandar Utama dan Bandar Sakti dan Sri Padang, Satria meski reservoir dekat di rumah penduduk, namun jenis tanah yang kering tidak mengghadapi kendala, namun dipastikan kedalamannya tidak terlalu dalam. 
Di Karya Jaya 2 lokasi pekerjaan di lingkungan 4 tampak tanah bekas urukan menumpuk menghalangi pekerjaan, sementara d lingkungan 2 tidak perlu dikeruk karena persis dibangun di belakang timbunan halaman pemilik tanah yang sudah ditimbun dengan serat inti sawit.
Memasuki pertengahan Desember 2016 proyek di 9 lokasi itu masih berkutat pada pematangan tanah reservoir. Belum membuat tembok bertulang, belum mempersiapkan pengolahan limbah rumah tangga, belum memasang pipa induk apalagi pipa distribusi ke sambungan rumah-rumah. Tak terelakkan proyek ini baru di-ground breaking (peletakan batu pertama) 16 November 2016 lalu.
Patut diduga proyek ini banyak tumpang tindih dengan perencanaan kota yang dipegang oleh satker Pekerjaan Umum Kota Tebing Tinggi. Di Mentos misalnya, ada 2 titik IPAL Komunal yang sudah dibangun, namun manfaatnya tidak dirasakan oleh penduduk setempat. 
Saat ini di kelurahan yang sama di dekat 2 lokasi yang sudah selesai dibangun itu dibangun pula dengan IPAL-KOMUNAL dana IDB. Demikian juga lokasi MCK yang tersebar di beberapa wilayah, salah satunya MCK yang ada di Kelurahan Mandailing, tidak berguna bagi masyarakat setempat. Bahkan pemilik lahan berencana mengajukan bantuan aladin agar MCK tersebut ditempati dijadikan kost-kost an. (bortob)

Related

Tebingtinggi 3110671148278470262

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item