anakbangsapost

Aktor Rio Dewanto Prihatin Nasib Petani Mekar Jaya Langkat

MEDAN - Aktor Rio Dewanto menunjukkan rasa simpati terhadap petani Desa Mekar Jaya, Langkat, Sumatera Utara yang beberapa waku lalu digusur polisi dan tentara. Ia datang berkunjung ke Desa Mekar Jaya untuk memberi semangat kepada para petani, Rabu (7/12/2016) kemarin.
Didampingi oleh Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara, ia melihat langsung kehidupan petani pascapenggusuran.
"Kondisi saat ini sangat memprihatinkan dari segi ekonomi. Lahan petani cukup produktif. Namun saat ini lahan sedang status quo sehingga tidak bisa diapa-apain," cerita Rio dalam temu pers di Omerta Coffee Jalan Wahid Hasyim, Kamis (8/12/2016).
Akibat lahan tak bisa dikelola, penghasilan para petani pun terhenti. Para petani pun terancam kelaparan. SPI Sumut memprediksi persediaan makanan petani Mekar Jaya hanya cukup untuk satu bulan. Selanjutnya, jika tidak dibantu dari pihak luar, petani bakal kehabisan bahan makanan.
Begitupun, aktor 29 tahun ini mencoba menyoroti aspek positif dari insiden yang telah terjadi.
"Yang cukup menyenangkan, anak-anak disana tetap bisa sekolah. Tapi ketika saya bercerita dengan mereka, mereka masih trauma karena ada kekerasan dari aparat," ungkapnya.
Ia memprediksi, jika konflik tanah antara petani dan kepolisian tak kunjung diselesai, anak-anak petani tersebut terancam putus sekolah. Karena para petani tak bisa lagi bercocok tanam. Sehingga akan kesulitan membayar uang sekolah dan menghidupi keluarga.
"Saya berharap ada keberpihakan pemerintah untuk bisa membela mereka (para petani dan keluarganya)," tambah suami dari Atiqah Hasiholan itu.
Aktor yang sudah memerankan lebih dari 30 Film Televisi (FTV) ini mengaku kedatangannya ke Langkat murni panggilan jiwa tanpa disponsori pihak manapun.
Ia pun berharap kepeduliannya terhadap petani, bisa menginspirasi aktor atau aktris lain.
"Banyak yang tanya ngapain sih aktor ikutan aksi bela petani? Sebenarnya nggak nyambung. Tapi saya rakyat Indonesia dan yang ada di sana (petani Mekar Jaya) juga saudara-saudara kita," jelasnya.
Rio pun mengucapkan terima kasi kepada SPI Sumut yang membantunya untuk bertemu petani. Ia berharap kasus ini akan mendapat tanggapan positif dari aparat keamanan dan bisa mengambil keputusan yang berpihak pada petani.
Terpisah  Zubaidah (53) salah satu angota SPI Sumut mempertanyakan HGU PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) yang dimiliki PTPN II. "Tapi mengapa pihak PT. LNK dan aparat penegak hukum yang merampas lahan petani tersebut. Bahkan mereka merusak lahan petani tersebut. Selain itu, listrik dan  air  rumah para petani pun diputus,"katanya.
Saat disinggung mengenai kekejaman PT. LNK apakah sudah dilaporkan ke polisi, Zubaida mengatakan setiap kami melapor selalu ditanya lokasinya dimana dan surat tanahnya ada apa tidak. Kami capek melapor ke kantor polisi dek,"tandasnya. (Af)

Related

Medan 122997190238830829

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item