Hujan dan Drainase Kota Medan
https://anakbangsapost.blogspot.com/2016/08/hujan-dan-drainase-kota-medan.html
Sebulan terakhir hampir setiap sore hingga malam Kota Medan diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Tiap kali hujan, walau hanya sebentar wajah kota berubah menjadi lautan. Genangan air dimana-mana. Hanya jalan-jalan protokol tertentu saja yang sepertinya tidak tergenang air.
Soal banjir dan genangan air ini bukanlah masalah baru bagi kota terbesar ketiga di Indonesia ini. Sudah puluhan tahun terus terjadi, bahkan belakangan semakin parah. Sebab musababnya pun sebenarnya sudah hafal diluar kepala, termasuk bagaimana menyelesaikannya. Tapi mengapa tidak pernah tuntas persoalan banjir di Kota Medan?
Upaya yang tampak selama ini sepertinya hanya tambal sulam, memperbaiki saluran drainase namun tidak utuh. Namun disisi lain, disatu lokasi dilakukan berulangkali perbaikan yang sama. Untuk yang satu ini, bisa ditanya kepada warga di sekitar Jalan M Nawi Harahap.
Beberapa tahun lalu, drainase disekitar jalan ini dibongkar dan diperbesar setelah sebelumnya dikorek. Nah di tahun ini hal yang sama juga dilakukan ditempat yang sama. Walau masih tampak baru, namun dinding parit dibongkar dan dibangun lagi. Tak ada perubahan dengan yang lama, lebar dan kedalamannya juga sama.
Sementara di tempat lain yang hujan sebentar saja airnya masuk ke dalam rumah, drainasenya tidak pernah tersentuh. Kita tidak tahu persis bagaimana sebenarnya system drainase yang hendak diterapkan Pemko Medan. Bagaimana menghubungkan tiap-tiap saluran ke pembuangan induk.
Warga kebanyakan tidak tahu bahkan mungkin tidak ingin tahu bagaimana pemerintah mengatasi persoalan ini. Karena mereka telah memberikan kepercayaan kepada pemimpin kota untuk menyelesaikan masalah-masalah publik. Suara mereka telah diberikan dengan harapan, janji menyelesaikan persoalan mereka bisa segera dibuktikan.
Sayangnya memang kita tidak pernah belajar dari pengalaman masa lalu. Janji dan harapan yang digembar gemborkan saat berkampanye jarang terbukti. Pemerintah seperti tanpa pemimpin karena semuanya autopilot. Program tahun ini tinggal dikopi paste dari program tahun-tahun sebelumnya. Ironi.
Posting Komentar