Pedagang Pasar Aksara Tolak Relokasi
https://anakbangsapost.blogspot.com/2016/07/pedagang-pasar-aksara-tolak-relokasi.html
Medan, (ABP)
Ratusan pedagang eks Pasar Aksara berdemontrasi di depan Halaman Kantor Wali Kota Medan Jalan Maulana Lubis, Senin (25/7) sekitar pukul 10.25 WIB,. Dalam aksinya, mereka menolak relokasi dari tempat semula mereka mengais rezeki ke Jalan Pancing yakni di kompleks elite MMTC.
Koordinator aksi mengatakan, aksi mereka kali ini adalah aksi simpati dan damai, bukanlah untuk membuat kerusuhan dan menghadirkan ketidaknyamanan.
"Kami menolak sepenuhnya, kami tak mau dipindahkan ke MMTC karena hanya akan memberatkan kami saja,” ujar koordinator aksi bernama U. Lubis. Kami mau tetap di sekitar Pasar Aksara.
Menurut mereka, MMTC adalah wilayah Kabupaten Deliserdang, bukan Kota Medan. Sehingga, mereka tetap bertahan dan mengancam akan tetap menjajakan barangnya di Pasar Aksara.
"Usut pak penyebab kebakarnya pasar kami pak. Sampaikan kepada kami pak," ujar U. Lubis.
Sementara salah seorang pedagang, Benni Sitanggang mengatakan mereka wajib membayar sejumlah uang jika ingin bertahan lebih dari enam bulan di Komplek Elite, MMTC. Hal itu dinilai tentu tak menguntungkan para pedagang Pasar Aksara. Kabarnya, para pedagang yang direlokasi hanya diberi tempat gratis selama enam bulan.
"Setelah enam bulan? Kami cuma jadi tumbal dan korban sajalah. Setelah habis perjanjian, kami tak mungkin ditampung kalau tak membayar uang sewa. Rp 6 – 20 juta uang sewa pertahunnya, tergantung lokasi," kata Benni di sela unjuk rasa tersebut.
Kemudian, menurut Benni, para pedagang tak tahu cara mencari nafkah sejak kebakaran membumihanguskan lapak pencarian mereka. Sehingga pedagang Pasar Aksara sudah berkumpul serta satu suara menolak relokasi Pasar Aksara.
"Emang enam bulan gratis, tak ada sewa toko. Lalu siap itu? Kami harus kemana mencari duit untuk bayar sewa. Sedangkan MMTC bukan lokasi yang bagus untuk jualan," ungkap Benni. Opsi relokasi pedagang ke Pasar Sukaramai juga dinilai hanya akan menambah beban para pedagang baik di Pasar Aksara dan Pasar Sukaramai.
"Aksara yes. MMTC no. Sukaramai no,” kata Muslim, pedagang lainnya. Muslim menyebutkan, apapun yang terjadi, atas nama pedagang mereka terus akan berjualan di sekitar Pasar Aksara. Rencana relokasi tersebut dinilai hanya upaya permintaan Pemerintah Kota Medan dan PD Pasar.
"MMTC itu punya pengembang swasta, itu bangunan tidak laku. Saya menduga ada udang di balik batu. Setelah enam bulan, kami harus kemana," katanya. (af/int)
Posting Komentar