Angel, Pemilik PJKTI di Eka Rasmi Ancam Wartawan
https://anakbangsapost.blogspot.com/2016/07/angel-pemilik-pjkti-di-eka-rasmi-ancam.html
Medan, (ABP)
Pemilik Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Jalan Eka Rasmi Kompleks Taman Ubud Medan Johor, Minggu (24/7) tidak mau menunjukan surat ijin perusahaannya saat didatangi sejumlah wartawan. Angel, pemilik PJTKI itu malah berang dan mengusir wartawan. Ia bahkan membawa-bawa nama sejumlah kenalannya disalah satu media nasional.
![]() |
| Rumah PJTKI di Jl Eka Rasmi Medan |
“Sudah pergi kalian semua,”teriak Angel kepada wartawan. Kedatangan wartawan berkaitan dengan peristiwa salah seorang calon TKW yang tinggal di perusahaan tersebut, Sabtu (23/7) melompat dari lantai dua kantor tersebut. Gadis belia bernama Maria yang masih berumur 16 tahun ini di diketahui melompat karena dikejar-kejar beberapa temannya.
Angel menolak menjelaskan peristiwa tersebut. Ia bahkan mengatakan bahwa hal itu bukan urusan wartawan. “Yang penting Maria sudah dikembalikan Pak Lurah Medan Johor ke penampungan TKI,”katanya.
Menurutnya Maria akan dikembalikan ke kampung halamannya di Desa Waesafa Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). “Jadi tidak ada lagi masalah dengan gadis itu,”kata Angel. Namun saat disinggung mengenai Ijin usahanya, Maria malah marah besar, sudah kalian keluar dari sini, tidak ada urusan sama kalian masalah Ijin usaha saya ini’.
Diduga usaha yang dijalankan Angel yang menampung Tenaga Kerja Indonesia (TKI), tidak memiliki surat ijin. Bahkan disinyalir usaha penampungan TKI ini hanya kedok saja untuk menutupi bisnis perdagangan gadis dibawah umur dari luar kota.
Sehari sebelumnya, pantauan Anak Bangsa Post aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Khusin Dwihananto menggerebek PJTKI milik Angel. Kedatangan aparat kepolisian ini berkaitan dengan melompatnya Maria, calon TKW asal Kupang dari lantai 2 kantor tersebut.
Kuat dugaan, gadis itu korban tindak pidana perdagangan orang (Human Trafficking). “Saya lihat ada satu orang lari dikejar sama tiga orang. Saya datang lalu tiga orang cabut. Ada yang ngaku majikannya. Kata majikannya, dia mencuri duit Rp20 ribu”, kata seorang saksi Bahrum, Sabtu (23/7/2016).
Bahrum curiga setelah mendengar ribut dari rumah itu. Gadis yang diketahui bernama Maria itu mengaku disiksa dan digunduli. “Saya kasihan anak ini mengaku dia lompat dari lantai 2 ke bawah. Katanya dia enggak mau balik ke rumah itu lagi. Kami bawa ke kantor lurah. Saya tidak dikasih masuk, lalu mulai berdatangan orang-orang dari kantor TKI itu”,katanya.
Saat didatangi petugas, seorang gadis yang mengaku berasal dari Niki-Niki, NTT, membuka pintu dan gerbang rumah bernomor 3B itu. Belum diketahui berapa orang yang berada di dalam rumah itu. Kepala Polsek Deli Tua AKP Wira Pryatna didampingi Lurah Gedung Johor Medan ikut dalam pemeriksaan rumah tersebut.
Sementara itu Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Khusin membantah PJTKI tersebut illegal. Menurutnya sebelum peristiwa ini muncul, terjadi keributan sesama pembantu rumah tangga, sehingga warga sekitar mengira adanya penyekapan. (af)

Posting Komentar