anakbangsapost

Randiman: Kalau tidak Segera Diatasi akan jadi masalah besar

Medan ( ABP )
Kalau sinerjitas antara Medan, Deliserdang dan Tanah Karo dalam mengatasi banjir, maka dikhawatirkan akan jadi masalah besar bagi ibukota provinsi Sum.Utara. Maka secepatnya dilakukan kerjasama dan sinergi dengan semua pihak terkait tak terkecuali masyarakat.
PJ. Walikota Medan Randiman Tarigan
Kekhawatiran Haji Radiman Tarigan ,sang walikota Medan “sementara” itu, dicetuskannya kepada wartawan di rumah dinas walikota Medan, Selasa ((9/2), setelah melihat terjadinya banjir di kota yang ia pimpin akibat derasnya guyuran hujan diminggu pertama medio Pebruari ini . Bahkan di kota rambutan Binjai banjir terbilang besar telah merendam pemukiman warga.
Katanya, banjir kiriman yang selalu melanda Kota Medan, merupakan dampak hujan deras berlangsung lama di kawasan hulu. Jika hal ini tidak ditangani dengan serius oleh kedua kabupaten tetangga kota Medan, mau pun Badan Wilayah Sungai (BWS), maka ada kekhawatiran akan terjadi masalah besar (Medan akan terendam).
Sekedar mengingatkan pada tahun 1956 banjir besar pernah terjadi di Sumatera Utara, di Kampung Aur yang terlihat hanya puncak kubah Masdjid. Banjir besar sempat menelan korban seorang oknum Polisi bernama Raden Yusuf, saat melaksanakan tugas dengan mengunakan boat, boatnya terbalik karena terbentur dengan pohon yang berada dibawah permukaan sungai tersebut.Red.
Randiman menilai, banjir yang terjadi di kawasan Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Johor dan Medan Maimun akibat sungai yang mengaliri kawasan itu tidak mampu mengaliri derasnya luapan air dari hulu karena hujan yang cukup lama.
Dari kondisi ini, sebut Randiman, sejatinya BWS secara rutin melakukan normalisasi secara rutin terhadap sungai di Medan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab instansinya. Sehingga mampu menampung luapan air ketika hujan deras terjadi kawasan hulu. Lagi pula Pemko tidak memiliki kapasitas terhadap aliran sungai itu.
Ia mencontohkan terjadinya banjir di kawasan Helvetia ketika hujan deras mengguyur Medan, Senin kemarin, berdasarkan informasi dari Dinas Bina marga Kota Medan menyebutkan bahwa, Kementerian Pekerjaan Umum ada membuat dua aliran crossing di jalan negara yang sedang dibangun. Hanya saja dalam prosesnya belum terkoneksi ke Sungai Bederah yang berada di dekat lokasi. Akibatnya air menggenangi sekitar perumahan Helvetia.
Kabupaten Karo misalnya, lanjut Randiman diharapkan memiliki program terpadu menjaga kesinambungan hutan di sekitar daerah aliran sungai yang mengalir ke Medan, sehingga ketika hujan deras tidak bercampur dengan erosi serta lumpur. Begitu juga dengan Deliserdang yang wilayahnya berdampingan untuk tidak menutup aliran sungai yang menuju kawasan itu untuk sampai ke laut.
“Kalau tidak ini akan jadi masalah besar ( Medan akan terendam lumpur?). Maka dibutuhkan kerjasama dan sinergi dengan semua pihak terkait bersama masyarakat,” ujarnya lagi.
Randiman mengakui sejak dirinya dipercayakan pemerintah selaku penjabat kota Medan , ia telah menghidupkan kembali program gotong royong yang dilaksanakan secara rutin sejak memimpin Kota Medan bulan Oktober 2015 lalu, hal itu menurutnya, sangat efektif untuk mengelimir terjadinya genangan air ketika hujan terjadi. Seperti di seputaran Lapangan Merdeka, Jalan Denai, Karya Kasih, Medan Labuhan dan lain sebagainya untuk saat ini persoalan genangan bisa diatasi berkat gotong royong lintas SKPD yang diterapkan .
“Saya mengakui saat ini tinggal menghitung hari memimpin Kota Medan. Walaupun demikian akan melaksakan gotong royong itu, meski masa bertugas tinggal satu hari lagi,” tegas Randiman.
Biar tau aja soal gotong royong PNS plus masyarakat telah diga;akkan sejak era kepemimpinan Presiden Soeharto. Pelaksanaannya dilakukan setiap hari Sabtu ketika itu 6 hari kerja.Red.
Yang penting, ungkapnya, gotong royong dan program yang dilaksanakan dalam menata kota menjadi landasan yang baik untuk dilanjutkan pejabat Walikota Medan terpilih untuk menjadikan Kota Medan menjadi lebih maju, modren dan religius.
Dalam kesempatan itu, Pj Walikota mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran drainase. “Itu makanya dibutuhkan sinergi dengan daerah terkait dan juga dengan masyarakat,” kata Randiman.
Sebelumnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Zulkarnain menjelaskan bahwa program strategis Pemko Medan adalah mengoptimalkan sistem drainase kota, sehingga mampu menampung debit air hujan untuk dialirkan ke drainase skunder dan primer yang ada di Medan. (bundo)

Related

Medan 8574395902044763156

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item