Penggunaan Dana Desa di Madina Harus Dikawal Agar Tidak Terjadi KKN
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/12/penggunaan-dana-desa-di-madina-harus.html
MADINA(ABP)
Dana desa ini bikin takut terjadi Korupsi sedikit atau banyak, hukumannya sama,” demikian di sampaikan Tan Gozali Salah satu politisi di Madina dan juga Ketua Umum Muda Sorik marapi, kepada wartawan, Rabu (16/12) di Panyabungan.
Dijelaskannya, tata cara penggunaan dan pertanggungjawaban dana desa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang dianggap para kepala desa sangat rumit.
Pengguliran APBN ke desa merupakan amanat dari UU Desa yang disahkan beberapa waktu lalu. Rencananya, setiap desa akan menerima dana yang bersumber dari APBN pada 2015.
Setiap desa menerima secara langsung dana dari APBN, otomatis desa akan menjadi objek pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Oleh karena itu, kepala desa dan perangkat desa harus memastikan dana yang mereka kelola benar-benar aman. Kecerobohan dalam penggunaan anggaran bisa digolongkan korupsi. Bebernya.
“Bagaimana supaya aman? Dikasih uang jangan langsung diambil. Tanya kejelasan sumbernya dari mana, setelah itu lihat perencanaannya, kewenangan, dan dasar hukumnya. Jika semua itu terpenuhi.
Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran desa ke depan, dibutuhkan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Tata pemerintahan desa harus melakukan pembinaan untuk kemajuan desa,” ujarnya.
Dan adanya beberapa desa mengungkapkan kepada kami bahwa adanya terjadi pemotongan dana desa yang di ambil melalui kantor camat sebesar 3 persen, hal ini membuat kepala desa akan sulit mengkelola dana desa tersebut, untuk menganyisifasi terjadinya pemotongan, aparat hukum harus kawal ketat pengambilan dana ke kantor camat. Paparnya.
Sementara saat di konfirmasi wartawan kepala bagian Tata Pemerintah desa Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak bisa di jumpai atau di konfirmasi, karena Kabag baru di datangi oknum polisi, dan kabag sedang sakit kepala, ungkap ajudan Kabag Tapem saat di tanyak wartawan apa ada Kabag dalam ruangan.
Dan Kabag bisa di jumpai nanti atau esok lusa, dan masih ada rapat-rapat dalam ruangan, katanya.(SN)
Posting Komentar