Serta Ginting Desak Kapoldasu Tindak Anggota Polres Karo Pukul Warga
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/11/serta-ginting-desak-kapoldasu-tindak.html
Medan(ABP)
Tokoh masyarakat Karo juga mantan Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar, Drs HN Serta Ginting mendesak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Ngadino agar menindak tegas oknum anggota Polres Tanah Karo disebut-sebut bermarga Naibaho.
![]() |
| Drs. HN. Serta Ginting |
Sebab oknum aparat polisi tersebut telah menodongkan dan memukul kepala seorang warga dengan pistol atau senjata apinya.
"Kita harapkan Kapolda Sumut turun tangan menindak bawahannya yakni oknum anggota Polres Tanah Karo, yang telah menodongkan dan memukul kepala seorang warga dengan pistolnya. Tindakan tegas ini diperlukan agar perbuatan serupa tidak terulang kembali kedepannya, sehingga tidak sampai menimbulkan kebencian di kalangan masyarakat,"kata Serta Ginting kepada wartawan, saat menjenguk korban bernama Wasit Tarigan, warga Desa Lau Peranggunen Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Minggu (1/11) kemarin.
Wasit Tarigan di hadapan Serta Ginting mengaku heran dirinya apes ditodongkan hingga dipukul dengan pistol oleh seorang oknum polisi. Dia menjelaskan, saat itu dirinya telah diajak dan diundang oleh para pengurus Karang Taruna di daerahnya untuk melakukan rapat atau pertemuan dengan pimpinan atau perwakilan perusahaan penghancur batu dan pembuat aspal curah di daerahnya, guna membahas kontribusi yang akan disampaikan perusahaan untuk warga dan pemuda setempat.
Namun, lanjut Wasit, saat pertemuan dimulai, pimpinan rapat dan pihak perusahaan malah meminta peserta yang mengikuti rapat harus jelas nama dan jabatannya tertera dalam kepengurusan Karang Taruna tersebut. "Sehingga peserta rapat yang tidak ada terdaftar namanya sebagai pengurus Karang Taruna tersebut, agar keluar dari pertemuan.Sudah jelaslah nama saya tidak ada dalam daftar kepengurusan karena saya bukan pengurus lagi, sehingga sayapun keluar. Namun saya mengatakan kehadiran saya disitu atas penunjukkan pengurus Karang Taruna sendiri sebagai juru bicara, sebab saya sudah dianggap mereka sebagai mewakili tokoh masyarakat,"jelasnya.
Sikap keluarnya Wasit Tarigan tersebut juga disesalkan oleh sejumlah pengurus Karang Taruna. "Sejumlah pengurus memprotes dan menyesalkan mengapa saya dikeluarkan, sebab merekalah yang mengundangnya sendiri.Sehingga saat di ruangan pertemuan, saya mengusulkan kepada para pengurus Karang Taruna yang ada di dalam forum pertemuan tersebut untuk keluar dari rapat tersebut.Namun saat mendengar ucapan saya itu, seseorang langsung datang di hadapan saya dengan menodongkan pistolnya ke kening saya dan selanjutnya memukul kepala saya dengan pistol tersebut,"katanya sedih.
Wasit mengaku saat dirinya ditodong dan dipukul pistol samasekali tidak mengetahui bahwasanya orang tersebut anggota kepolisian. "Sebab, dia tanpa menyebutkan nama atau jabatannya. Namun setelah kami ketahui ternyata orang tersebut merupakan dari kepolisian yang disinyalir 'dipekerjakan' oleh pihak perusahaan,"sebutnya.
Lebihlanjut dia mensinyalir aksi kurang terpuji dilakukan oknum kepolisian dan pihak perusahaan terhadap dirinya tersebut, akibat belakangan ini kalangan masyaraikat khususnya pemuda di Desa Lau Peranggunen Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, yang menuntut kembali kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Sebab, pada kepemimpinan perusahaan disebut-sebut bernama PT Gayo Utama tersebut sebelumnya masyarakat khususnya pemuda setempat senantiasa menerima bantuan dari pihak perusahaan dalam melakukan setiap aktifitas.
"Namun kini setelah pergantian pimpinan perusahaan, diketahui bermarga Marbun sedikitpun belum ada kontribusi yang diberikannya. Padahal pertemuan sebelum saya dipukul tersebut juga dirinya sendiri yang berkeinginan mengundang kami warga dan pemuda setempat untuk membicarakan kontribusi perusahaanya. Tapi pertemuan itu malah gagal akibat ulah mereka sendiri,"katanya.
Untuk itu, Wasit Tarigan menuntut keadilan kepala Kapolresta Tanah Karo dan Kapoldasu, agar menindak tegas oknum polisi yang telah memukul kepala saya dengan pistol. Sebab sampai sekarang belum ada permohonan maaf dari pelaku dan tindakan dari pimpinan Polres Tanah Karo. Padahal kejadian ini sudah saya laporkan ke pimpinannya,"sebutnya.
Menyikapi hal itu, Serta Ginting bertekad akan menuntaskan aksi pemukulan dengan senjata api dilakukan oknum polisi terhadap warga di Tanah Karo. "Persoalan ini akan terus saya perjuangkan sampai tuntas. Sebab sebagai putera daerah, saya tidak senang ada aparat bertindak sesuka hatinya. Namun, kita juga membuka diri jika si pelaku berkenan meminta maaf dan berdamai mengakui kesilafan atas perbuatannya,"tukasnya.
Lebihlanjut Serta Ginting juga meminta Pemerintahan Karo untuk mengusut izin pengelolaan penggilingan batu dan pembuatan aspal curah yang dilakukan perusahaan. "Sebab kita menduga kuat perusahaan tersebut tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah.Makanya kita bertekad akan melaporkan hal ini tidak hanya ke pemerintah daerah, tapi juga provinsi hingga nasional,"kata mantan Wakil Ketua DPRD Sumut ini.(sidia)

Posting Komentar