Paguyuban Kuda Lumping Putra Siliwangi Dapat Bantuan Seragam
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/08/paguyuban-kuda-lumping-putra-siliwangi.html
Medan (ABP)
Paguyuban Kuda Lumping Putra Siliwangi yang merupakan asuhan Rumah Rakyat Aliansi Indonesia (RR-AI) Provinsi Sumut mendapat bantuan seragam dari pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM),, Dedi Ahyar.
Bantuan yang diserahkan Dedi Ahyar kepada Ketua Paguyuban Kuda Lumping Putra Siliwangi, Ahmad Arif disaksikan pengurus DPP Aliansi Indonesia, Ahmad Anwar dan Ketua RR-AI Provinsi Sumut, Benny Ade Kurnia serta pengurus lainnya, Risvande Lubis, Hendrawan Wijaya, Halimahtu’sadiah Lubis, Allan V Pakpahan, Ahmad Arif, Ridwan Siregar, Heriyanto, Bambang MH Lubis, Imron Saragih, Syamsul Bahri dan Suwantono di halaman Sekretariat RR AI Provinsi Sumut, Jalan Kapten Muslim No.39 Medan, Senin sore (24/8).
“Para pemain Paguyuban Kuda Lumping Putra Siliwangi diharapkan dapat melestarikan dan meningkatkan seni budaya bangsa Indonesia. Karena dewasa ini anak-anak remaja Indonesia semakin meninggalkan budayanya sendiri dan sudah terpengaruh dengan budaya asing,”kata Bidang Pemuda dan Olahraga Rumah Rakyat Aliansi Indonesia (RR-AI) Provinsi Sumut, Dedi Ahyar .
Ketua RR-AI Provinsi Sumut, Benny Ade Kurnia mengucapkan terima kasih kepada Dedi Ahya yang telah berkenan membantu Paguyuban Kuda Lumping Putra Siliwangi yang merupakan asuhan RR-AI Provinsi Sumut. “Saya berharap dengan adanya seragam tersebut para pemain kuda lumping Putra Siliwangi bisa lebih giat berlatih dan dapat menjadi pemain profesional,” tambah Benny Ade Kurnia.
Menurut Benny, saat ini RR-AI Provinsi Sumut membina 30-an anak jalanan, anak yatim piatu dan fakir miskin yang ada di Medan. Setiap minggu mereka berlatih kuda lumping di halaman Sekretariat RR-AI Sumut. Bahkan diantara mereka mengaji setiap Kamis malam.
Dedi Ahyar, yang juga pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) merasa terpanggil untuk membantu keberadaan Paguyuban Kuda Lumping Putra Siliwangi ketika melihat antusiasnya para remaja berlatih kuda kepang (kuda lumping) di halaman Sekretariat RR-AI Provinsi Sumut, belum lama ini.
Saat ini, lanjutnya, sangat langka remaja yang tertarik untuk mempelajari kesenian kuda kepang. Biasanya seusia mereka lebih dominan dengan budaya asing. Namun ini justru kebalikannya, mereka menggandrungi kesenian kuda lumping. Bahkan diantara mereka, sudah banyak yang menguasai alat musik saron, gendang, demung dan gong.
“Saya juga siap memberikan ketrampilan membuat sablon dan jahit menjahit kepada mereka,” ujar Dedi Ahyar seraya memberikan apresiasi kepada para pemain kuda lumping Putra Siliwangi yang berupaya membangun kemandirian dengan melakukan gelar kesenian diberbagai tempat di Medan dan lainnya.
Sementara Ketua Paguyuban Kuda Lumping Putra Siliwangi, Ahmad Arif menyatakan, bahwa meski alat musik yang mereka pakai belum memadai namun semangat mereka berlatih sharon, gendang dan gong cukup besar. Sehingga mereka cepat menguasai alat musik tradisional tersebut. “Gamelan yang kami pakai saat ini memang sudah usang sehingga suaranya jauh dari sempurna,” pungkas Ahmad Arif. (dey)

Posting Komentar