anakbangsapost

Tiga Pekerja Di Proyek Perumahan Nyaris Tewas di Sambar Petir

PERDAGANGAN, ABP
Tiga pekerja proyek pembangunan perumahan yang dilaksanakan oleh PT Cakra sebagai kontraktor berlokasi di jalan Radjamin Purba, lingkungan VI, Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar, nyaris tewas tersambar petir ketika sedang bekerja merakit besi beton yang akan digunakan sebagai bahan pemasangan pondasi bangunan rumah saat terjadi hujan, Senin (4/5) sekira jam 13.40.
Heru korban disaambar petir saat dirawat.
Akibatnya, dua orang pekerja mendapatkan perawatan dan dirawat inap akibat luka luka yang diderita di Ruang III Khusus Pria, Lantai III, RSUD Perdagangan, sedangkan seorang lagi setelah mendapatkan perawatan medis sama sekali tidak mengalami luka, hanya rawat jalan.
Suheru (23) yang dirawat inap karena alami luka berat dan Ardi (23) hanya dirawat jalan, berdomisili di Huta I, Nagori Timbaan, Kecamatan Bandar, sedangkan Hamdani (29) korban yang dirawat inap warga Huta I, Nagori Bah Lias, Kecamatan Bandar.
Saat dikunjungi di RSUD Perdagangan, Selasa (5/5) 13.00 Wib, Suheru mengakui baru seminggu bekerja di proyek pembangunan rumah tersebut menuturkan, petir yang menyambar disaat hujan sore itu bersama kedua rekannya Hamdani dan Ardi.
Mereka sedang mengerjakan rangkaian besi beton yang akan digunakan untuk pemasangan fondasi bangunan rumah. “Baru seminggu kami bertiga kerja di proyek, saat hujan kami yang ditugaskan mandor sedang mengikat besi cor untuk fondasi bangun rumah dan tiba tiba petir menyambar,” tutur Suheru didampingi istrinya.
Hamdani
Suheru menerangkan, setelah terkena sambaran petir yang berjarak dua meter dari tempatnya berdiri mengalami luka bakar di betis kaki kiri, dari mulut dan hidung keluar darah, pendengarannya terganggu dan kepala terasa pusing.
“Sambaran petir di tanah berjarak dua meter dari tempat ku berdiri, akibatnya betis ku terbakar, kepala pusing, hidung dan mulut berdarah,” terang ayah dari seorang anak meringis.
Sedangkan Hamdani menerangkan, saat kejadian jaraknya berdiri tak jauh dari Heru mengakibatkan dirinya terjatuh dan terhempas di tanah mengakibatkan benturan di kepala dan pendengaran terganggu akibat suara petir yang begitu dekat dengan dirinya.
“Aku terhempas di tanah, kepala ku terbentur dan suara petir mengganggu pendengaran ku, bang,” terang Hamdani yang terlihat trauma juga didampingi istri dan putrinya.
Terpisah, Marimin Sinaga selaku Pangulu Nagori Timbaan dan M. Safi’i selaku Pangulu Nagori Bah Lias saat dihubungi membenarkan, yang selamat setelah tersambar petir saat bekerja di proyek pembangunan rumah dan menjalani perawatan medis di RSUD kota Perdagangan adalah warganya. “Benar adanya warga saya saat bekerja tersambar petir dan sudah mendapatkan rawatan di rumah sakit saat ini,” tutur kedua Pangulu.
Sementara, Erik selaku penanggung jawab dari PT Cakra sebagai kontraktor pembangunan perumahan saat dimintai keterangan terkait ketiga pekerja yang nyaris tewas akibat sambaran petir melalui selular, walau nada aktif namun tak bersedia menjawab dan pesan singkat yang dilayangkan juga tak berbalas. (M. Safi’i)

Related

Sumut 3605566151400011523

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item